Indeks saham berkapitalisasi kecil ungguli indeks utama di Amerika

Jumat, 23 Januari 2026

image

JAKARTA - Saham Asia diperkirakan mengikuti penguatan Wall Street pada Jumat, didorong data ekonomi AS yang solid, lonjakan saham teknologi, serta meredanya ketegangan geopolitik yang memperbaiki sentimen investor.Kontrak berjangka indeks saham menguat di Jepang dan Hong Kong, sementara Australia melemah tipis.Indeks S&P 500 naik 0,6%, dengan indeks saham berkapitalisasi kecil mengungguli indeks pasar acuan AS untuk sesi perdagangan ke-14 berturut-turut—rekor sesi terpanjang yang pernah terjadi sejak Mei 1996. [[ 1 sesi = 1 hari bursa, 14 sesi = 14 hari perdagangan berturut-turut ]]

Imbal hasil obligasi AS tenor dua tahun ikut naik seiring data pertumbuhan ekonomi yang kuat memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve belum perlu memangkas suku bunga.Di Asia, perhatian pasar tertuju pada keputusan suku bunga Bank of Japan (BOJ). Seluruh ekonom yang disurvei memperkirakan BOJ akan mempertahankan suku bunga kebijakan di level 0,75%.Seperti dikutip bloomberg.com, pernyataan BOJ akan dicermati ketat setelah Perdana Menteri Sanae Takaichi mengguncang pasar dengan janji memperluas belanja fiskal.Pemulihan saham global setelah sempat tertekan di awal pekan menunjukkan pasar masih sangat sensitif terhadap perubahan nada geopolitik.Dorongan dari tema kecerdasan buatan (AI) pada saham-saham berkapitalisasi besar serta meredanya ketegangan diplomatik AS–Eropa terkait Greenland membuat investor kembali berani mengambil risiko.“Peristiwa ini kembali menegaskan betapa pasar digerakkan oleh berita utama dan betapa cepat sentimen berubah ketika risiko geopolitik mereda,” kata Fawad Razaqzada dari Forex.com.Ekonomi AS tumbuh pada kuartal ketiga sedikit lebih tinggi dari laporan awal, ditopang ekspor yang lebih kuat dan tekanan persediaan yang lebih kecil.Klaim awal pengangguran stabil di level 200.000 pekan lalu, sementara belanja konsumen pada November meningkat solid, mencerminkan ketahanan daya beli.“Tidak terlihat urgensi untuk memangkas suku bunga pada pertemuan pekan depan. Bank sentral bisa mempertahankan sikapnya lebih lama jika pertumbuhan tetap kuat hingga 2026 dan inflasi bertahan di atas target,” ujar James McCann dari Edward Jones.Di pasar lain, saham teknologi kembali menjadi motor utama. Saham-saham raksasa memimpin reli setelah komentar CEO Nvidia Jensen Huang menghidupkan kembali antusiasme terhadap AI, mendorong kelompok ‘Magnificent Seven’ naik 2,1%.Sebaliknya, saham Intel anjlok 10% dalam perdagangan setelah jam bursa usai menyampaikan proyeksi yang lemah.Indeks volatilitas VIX turun ke bawah level 16. Saham JPMorgan Chase & Co. memangkas penguatan setelah Presiden Donald Trump menggugat bank tersebut dan CEO Jamie Dimon terkait dugaan penutupan layanan perbankan.Dolar AS melemah, sementara emas mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. (DK)