Profit taking jelang keputusan MSCI menambah tekanan bagi IHSG

Jumat, 23 Januari 2026

image

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) semakin tertekan pada perdagangan terakhir pekan ini, setelah turun dalam dua hari berturut-turut sejak Rabu (21/1) kemarin.

Seperti disampaikan IDNFinancials.com sebelumnya, IHSG tutup di level 8.992,18 pada perdagangan Kamis (22/1) kemarin, menjadi level penutupan terendah sejak IHSG konsisten bertahan di atas 9.000.

Investment Information Team Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Martha Christina, mengatakan IHSG memang telah naik cukup cepat sejak awal tahun. Aksi beli asing di pasar saham Indonesia dinilai jadi salah satu penopang kenaikan indeks.

“Kemarin ditopang oleh net buy juga, tapi kita balik ke masalah nilai tukar (rupiah) yang masih mengkhawatirkan,” kata Martha, dalam pemaparan yang disampaikan hari ini.

Selain itu, kata Martha, pasar juga memberikan reaksi negatif atas proses pemilihan Deputi Gubernur BI yang baru. Proses pemilihan ini dinilai turut mendorong aksi jual asing di saham-saham perbankan.

Selain itu, Martha juga menilai investor saat ini cenderung melakukan aksi profit taking menjelang pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI), terkait penghitungan free float dalam rebalancing indeks untuk saham-saham Indonesia.

“Ini akan diumumkan akhir Januari. Kalau MSCI memberlakukan sangat ketat, ada potensi dana keluar hingga US$2 miliar hanya dari MSCI,” jelas Martha, dengan menekankan bahwa regulator di Indonesia juga telah berusaha menaikkan batas minimum free float untuk saham-saham yang tercatat di bursa.

Dari pasar global, indeks Wall Street menguat pada perdagangan Kamis (22/1) kemarin. Dow Jones naik 0,63% dan S&P 500 naik 0,55%.

Sementara di pasar komoditas harga emas naik 2,16% meskipun ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Greenland mulai reda. Harga perak naik 3,42% dan gas alam naik 3,49%.

“Kembali menguatnya indeks di bursa Wall Street dan naiknya harga beberapa komoditas seperti CPO, timah, emas, batu bara serta gas diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar,” jelas analis CGS International Sekuritas Indonesia, dalam catatan yang disampaikan hari ini.

Namun analis CGS International memperkirakan IHSG akan bergerak variatif dan cenderung melemah, dengan kisaran support 8.920/8.850 dan resist 9.065/9.135. (KR)