Rights issue rampung, INET siap terbitkan obligasi & sukuk Rp1 triliun

Jumat, 23 Januari 2026

image

JAKARTA – PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) akan menerbitkan Obligasi I dan Sukuk Ijarah I Tahun 2026 senilai total Rp1 triliun pada 30 Januari hingga 3 Februari 2026 mendatang.

Berdasarkan prospektus awal, INET akan menawarkan Obligasi I dan Sukuk I senilai masing-masing Rp500 miliar dalam dua seri dengan jangka waktu 370 hari dan 3 tahun.

Penawaran instrumen utang ini masih dalam tahap penawaran awal (bookbuilding) sampai tanggal 27 Januari, sehingga nilai penawaran tiap seri, serta tingkat bunga atau imbal hasil masih belum ditentukan.

Namun, pembayaran bunga obligasi pertama dijadwalkan akan jatuh pada 6 Mei 2026.

Menurut keterangan resmi, INET akan mengalokasikan seluruh dana hasil penerbitan obligasi dan sukuk tersebut untuk anak usahanya yang baru diakuisisi September lalu, PT Garuda Prima Internetindo (GPI).

GPI akan menggunakan dana tersebut untuk pembangunan jaringan FTTH (Fiber To The Home) dengan teknologi WIFI 7 di Kalimantan Barat.

Sebagai catatan, GPI juga diproyeksikan akan menerima dana segar Rp2,94 triliun dari rights issue INET Rp3,2 triliun yang baru rampung pada Kamis (22/1) kemarin. Namun, dana ini akan digunakan untuk jaringan FTTH di kawasan Bali dan Lombok.

Obligasi dan sukuk yang akan diterbitkan INET ini telah mendapat peringkat “idA (single A)” dan “idA (single A syariah)” dari PT Kredit Rating Indonesia.

PT KB Valbury Sekuritas dan PT RHB Sekuritas Indonesia tercatat sebagai penjamin pelaksana emisi dan penjamin emisi, dengan PT KB Indonesia Tbk (BBKP) bertindak sebagai wali amanat.

Berikut jadwal penerbitan rights issue INET:

  • Penawaran awal: 22-27 Januari 2026
  • Penawaran umum: 30 Januari – 3 Februari 2026
  • Tanggal Pencatatan: 9 Februari 2026

(ZH)