Harga minyak stabil, emas cetak rekor di tengah pelemahan dolar AS

Jumat, 23 Januari 2026

image

JAKARTA - Harga minyak dunia bergerak stabil di tengah sentimen risk-on di pasar keuangan global dan pelemahan dolar, yang meredam kekhawatiran pasar terhadap oversupply minyak di Amerika Serikat (AS) dan sejumlah wilayah lain.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) bertahan di kisaran US$60 per barel, serta berpotensi mencetak reli kenaikan lima pekan berturut-turut.

Sementara itu, harga minyak brent mendekati level US$64 per barel, didukung oleh data ekonomi AS yang tumbuh positif pada kuartal ketiga.

Seperti dikutip Bloomberg.com, Jumat (23/1), pelemahan dolar AS membuat komoditas berdenominasi dolar menjadi lebih murah bagi pembeli luar negeri.

Meski demikian, tekanan pasokan masih membayangi pasar. Data terbaru menunjukkan persediaan minyak mentah AS meningkat untuk dua pekan berturut-turut. Kenaikan sebesar 3,6 juta barel mendorong stok minyak AS berada di level tertinggi sejak November 2025.

Selain itu, pasokan minyak mulai kembali mengalir dari kawasan Mediterania dan Laut Hitam, sementara minyak asal Venezuela kembali masuk ke pasar global.

Di sisi lain, harga emas melonjak ke rekor tertinggi sepanjang masa, didorong oleh pelemahan dolar AS setelah rilis data ekonomi AS, yang menunjukkan ketahanan pasar tenaga kerja dan belanja konsumen.

Emas di pasar spot sempat menembus level US$4.955 per ons pada perdagangan awal sesi Asia, dan menambah kenaikan mingguan hampir 8%.

Indeks Dollar Spot Bloomberg, yang mengukur kekuatan dolar AS, ditutup melemah 0,3% pada sesi sebelumnya.

Pada pembukaan sesi Asia, harga emas naik 0,4% ke level US$4.955,14 per troi ons. Harga perak melonjak 0,6% ke US$96,80 per troi ons dan turut mencetak rekor tertinggi. Sementara itu, harga platinum dan paladium juga menguat menguat. (DK/KR)