Saham JPMorgan meroket, gaji Jamie Dimon tembus US$43 juta

Jumat, 23 Januari 2026

image

JAKARTA - JPMorgan Chase resmi menaikkan kompensasi CEO Jamie Dimon sebesar 10% menjadi US$43 juta pada 2025, menjadikannya paket gaji tertinggi sepanjang kariernya sejak memimpin bank tersebut pada 2006.

Dikutip financial times, berdasarkan dokumen regulator, Dimon menerima gaji pokok US$1,5 juta dan bonus US$41,5 juta, yang terdiri dari US$5 juta dalam bentuk tunai dan penghargaan saham senilai US$36,5 juta. Pada 2024, total kompensasi Dimon tercatat sebesar US$39 juta.

Kenaikan gaji ini ditopang oleh kinerja solid JPMorgan, meskipun laba bersih tahun lalu turun 2% menjadi US$57 miliar. Bank terbesar di Amerika Serikat tersebut tetap mencetak lebih dari US$1 miliar laba per pekan selama dua tahun berturut-turut, sementara saham JPMorgan melonjak sekitar 34% sepanjang tahun.

Dewan direksi menilai kompensasi Dimon sejalan dengan pendapatan rekor serta ketatnya persaingan industri.

“Sebagai bagian dari evaluasi dan penetapan tersebut, dewan mempertimbangkan pengembangan berkelanjutan para eksekutif puncak oleh Dimon untuk memimpin saat ini dan masa depan, komitmennya yang berkelanjutan kepada para pemegang saham, serta kepemimpinannya yang telah lama dan menjadi teladan dalam mengelola lembaga jasa keuangan terkemuka,” tulis JPMorgan dalam keterbukaan informasi.

Di tengah sorotan mengenai isu suksesi, Dimon menegaskan belum memiliki rencana untuk mundur dalam waktu dekat. Sejumlah nama internal disebut sebagai kandidat penerus, termasuk Douglas Petno dan Troy Rohrbaugh, co-head bank komersial dan investasi JPMorgan, serta Marianne Lake, yang memimpin bisnis ritel Chase.

Pengumuman gaji ini muncul bersamaan dengan gugatan Presiden Donald Trump terhadap JPMorgan dan Dimon dengan nilai tuntutan minimal US$5 miliar, terkait klaim penutupan rekening yang dinilai bermotif politik.

JPMorgan menegaskan gugatan tersebut tidak memiliki dasar hukum, sementara sektor perbankan tetap diuntungkan oleh kebijakan deregulasi pemerintahan Trump yang mendorong kenaikan saham bank-bank besar di Amerika Serikat.(DH)