IHSG ambles 1,57% di pembukaan, PTRO milik Prajogo Pangestu ARB
Jumat, 23 Januari 2026

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 1,57% pada pembukaan perdagangan hari ini dan menyentuh 8.869 pada pukul 10.16 WIB.
Mayoritas indeks sektoral juga melemah, dengan pelemahan paling dalam pada sektor energi yang mencapai 3,32%. Sementara sektor kesehatan jadi satu-satunya indeks sektoral yang menguat, meskipun hanya 0,44%.
Equity Research Analyst Phintraco, Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang, mengatakan penurunan IHSG di pembukaan perdagangan hari ini sesuai dengan target koreksi 8.950.
Namun dalam catatan yang disampaikan pagi ini, ia menilai IHSG berpotensi melanjutkan penurunan lebih dalam lagi jika gagal bertahan di level support terdekatnya.
“Jika breaklow 8.950, potensi melanjutkan pelemahan untuk uji MA20 di area 8.885,” jelas Alrich.
Di tengah pelemahan indeks yang signifikan ini, sejumlah saham dari grup konglomerasi Indonesia kompak melemah.
Sebagian besar saham dari Grup Barito mencatat penurunan harga signifikan. Harga saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) turun 3,16%, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) turun 1,83%, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun 8,73%, dan paling parah PT Petrosea Tbk (PTRO) turun 14,15% menyentuh batas Auto Reject Bawah (ARB).
Dari grup konglomerasi lain, saham-saham yang terafiliasi dengan Grup Bakrie dengan kapitalisasi pasar terbesar juga melemah. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) turun tipis 0,41% dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) turun 2,30%.
Sementara PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) dan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), dua emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar milik Happy Hapsoro turun masing-masing 8,08% dan 5,76%.
Dari sisi regional, mayoritas indeks saham di Asia bergerak campuran dan cenderung menguat. SET Thailand naik 0,73%, KLSE Malaysia naik 0,66%, STI Singapura menguat 0,38%, KOSPI naik 0,95%, dan Hang Seng naik 0,28%. (KR)