Rupiah dan IHSG naik usai BI tahan suku bunga di 4,75%

Rabu, 19 November 2025

image

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,53% atau 44,65 poin ke 8.406,58 pada perdagangan hari ini.

IHSG sempat menyentuh level terendah 8.361 dan tertinggi 8.426 menjelang keputusan moneter Bank Indonesia (BI), yang akhirnya mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 4,75%.

Nilai transaksi di seluruh pasar mencapai Rp30,03 triliun hingga penutupan perdagangan, yang di dalamnya termasuk transaksi di pasar reguler Rp17,5 triliun dan di pasar negosiasi Rp12,5 triliun.

Sektor energi memimpin penguatan dengan kenaikan indeks sektoral 1,54%, disusul tujuh sektor lain yang juga bergerak positif. Sementara itu sektor teknologi, properti, dan transportasi kompak melemah.

Sejumlah saham bank dengan kapitalisasi pasar jumbo (big bank) terpantau ikut mendukung kenaikan IHSG. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) memimpin dengan kenaikan harga saham 1,25%, disusul PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) 0,89%, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) 0,76%.

Sementara itu nilai tukar rupiah hingga penutupan perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat 0,26% ke Rp16.708 menurut data Bloomberg.

Analis Phintraco Sekuritas, dalam catatan riset yang disampaikan hari ini, menyebut keputusan BI terhadap suku bunga acuan memberi dukungan bagi penguatan mata uang rupiah terhadap dolar AS.

Seperti disampaikan IDNFinancials.com, Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI juga memutuskan tetap menahan suku bunga Deposit Facility di 3,75% dan Lending Facility 5,50%.

“Keputusan ini konsisten dengan fokus kebijakan jangka pendek pada stabilisasi nilai tukar rupiah dan menarik aliran masuk investasi portofolio asing,” ungkap Gubernur BI, Perry Warjiyo, dalam konferensi pers hari ini. (KR)