Microsoft Teams bakal tandai lokasi kerja karyawan otomatis
Jumat, 23 Januari 2026

JAKARTA - Microsoft bersiap meluncurkan fitur baru di Microsoft Teams yang memungkinkan sistem secara otomatis memindai lokasi kerja karyawan berdasarkan koneksi Wi-Fi kantor.
Fitur ini tercantum dalam Microsoft 365 Roadmap dan dinilai berpotensi mengubah cara perusahaan memantau penerapan kebijakan kerja hybrid dan kerja jarak jauh.
Dikutip forbes.com, melalui fitur tersebut, Teams akan mengatur lokasi kerja pengguna sesuai dengan gedung tempat mereka bekerja ketika terhubung ke jaringan Wi-Fi milik organisasi. Sebaliknya, saat pengguna tidak tersambung ke Wi-Fi kantor, status lokasi juga akan berubah, sehingga keberadaan karyawan dapat teridentifikasi dengan lebih akurat.
Rencana peluncuran fitur ini telah beberapa kali mengalami penundaan. Awalnya dijadwalkan rilis pada Januari, kemudian diundur ke Februari, dan kini kembali ditargetkan meluncur pada Maret. UC Today mencatat, “Microsoft tidak memberikan alasan atas penundaan tersebut,” serta menegaskan bahwa pembaruan ini akan berlaku untuk Teams versi desktop Windows dan Mac.
Microsoft menekankan adanya mekanisme perlindungan bagi pengguna. Menurut laporan UC Today, “fitur ini bersifat opsional (opt-in), akan nonaktif secara default, dan Teams ‘tidak akan memperbarui lokasi’ di luar jam kerja serta akan ‘menghapusnya di akhir jam kerja.”
Meski demikian, keputusan akhir tetap berada di tangan admin tenant yang dapat mengaktifkan fitur tersebut dan mewajibkan pengguna untuk memberikan persetujuan.
Kontroversi muncul karena fitur ini dinilai menyentuh isu sensitif terkait privasi dan kepercayaan dalam skema kerja hybrid. UC Today menilai, “Secara teori, pengaturan lokasi kerja otomatis terdengar seperti perapihan pengalaman pengguna yang sederhana. Namun dalam praktiknya, fitur ini berada tepat di garis rawan, karena kerja hybrid diatur bukan hanya oleh teknologi, tetapi juga oleh kepercayaan.”
Fitur ini diperkirakan dapat dimanfaatkan perusahaan untuk menegakkan kepatuhan terhadap kebijakan kerja di luar kantor. Karena itu, para analis mengingatkan agar perusahaan menetapkan tujuan, batasan akses, serta aturan penggunaan sebelum fitur ini diuji coba. “Jika tidak, fitur yang dirancang untuk mengurangi gesekan justru dapat menciptakan gesekan baru, hanya saja di tempat yang berbeda,” tulis UC Today.