Bank of America pertimbangkan kartu kredit bunga maksimal 10%

Jumat, 23 Januari 2026

image

WASHINGTON - Bank of America tengah mempertimbangkan untuk menawarkan kartu kredit dengan bunga maksimum 10% selama satu tahun, kata seorang sumber yang mengetahui rencana bank itu kepada NBC News pada Kamis.

Langkah ini muncul setelah Presiden Donald Trump menyerukan batas bunga kartu kredit universal sebesar 10% untuk satu tahun, yang memicu kekhawatiran di kalangan penerbit kartu kredit.

Sumber itu mengatakan Bank of America juga berdiskusi dengan institusi keuangan lain mengenai praktik terbaik untuk menurunkan biaya bagi konsumen. Informasi ini diberikan secara anonim karena menyangkut diskusi internal bank.

Seperti dikutip nbcnews.com, rencana kartu ini hanyalah salah satu dari beberapa opsi yang sedang dipertimbangkan Bank of America, bank terbesar kedua di AS, dalam upaya merespons krisis keterjangkauan kredit.

Citigroup dilaporkan juga tengah membahas kartu kredit dengan bunga 10%, menurut Bloomberg News, meski Juru Bicara bank tersebut belum memberikan komentar.

Trump pertama kali menuntut batas bunga satu tahun melalui unggahan di Truth Social pada 9 Januari. Ia menulis bahwa rakyat Amerika tidak boleh lagi "dirugikan" oleh perusahaan kartu kredit yang mengenakan bunga 20–30% atau lebih, dan meminta batas bunga 10% berlaku efektif 20 Januari 2026.

Para ahli menekankan bahwa penerapan batas bunga semacam ini kemungkinan besar membutuhkan tindakan Kongres, karena akan membatasi seberapa banyak bank dan penerbit kartu dapat mengenakan bunga.

Industri perbankan memperingatkan bahwa batas bunga menyeluruh akan menyulitkan penerbit menanggung risiko kredit dari konsumen dengan skor rendah atau tanpa riwayat kredit.

CEO JPMorgan Chase Jamie Dimon bahkan menyebutnya sebagai “bencana ekonomi.”

Namun, fakta bahwa bank besar mempertimbangkan kartu baru sebagai respons terhadap permintaan Trump menunjukkan perubahan hubungan antara Gedung Putih dan korporasi Amerika sejak Trump kembali menjabat.

Banyak CEO harus menyeimbangkan antara menenangkan presiden dan melindungi keuntungan perusahaan mereka.

Bank of America CEO Brian Moynihan menegaskan bahwa banknya sedang meninjau berbagai cara untuk menangani isu keterjangkauan kredit.

Mengenai batas bunga 10% yang diusulkan Trump, Moynihan memperingatkan, “Jika ini dijadikan kebijakan, hal itu bisa memengaruhi alokasi kredit.

Pengeluaran dan ketersediaan kredit bisa melambat, dan mungkin itu bukan yang ingin dicapai.” (DK)