Saham UNVR turun jelang rotasi direktur, tapi ada potensi capital gain
Jumat, 23 Januari 2026
JAKARTA – Harga saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) terkoreksi dalam sebulan terakhir hingga Jumat (23/1), di tengah rencana perombakan anggota direksi.
Dalam pantauan menjelang sesi II pukul 15.38 WIB, saham emiten konstituen Indeks52 ini terkoreksi 2,19% atau Rp50 menjadi Rp2.230 per saham. Saat pembukaan perdagangan sesi I saham mencapai level Rp2.280, tertinggi hingga sesi II, dan sempat ke harga terendah Rp2.200 per saham. Sementara itu, dalam sepekan saham emiten ini terkoreksi 8,98% atau Rp220 per lembar.
Reaksi saham emiten ini berlangsung di tengah rencana mundurnya dua direktur yakni, Enny Hartati Sampurno dan Vandan Suri. Serta pengesahan Nurdiana Darus sebagai anggota direksi yang baru dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 13 Februari 2026.
Hal itu disampaikan Padwestiana Kristanti, Sekretaris Perusahaan UNVR dalam keterbukan informasi Jumat (23/1). “Persetujuan atas rencana perubahan susunan direksi perusahaan,” katanya.
Sebelumnya, saat penurunan saham terjadi pada pekan lalu (15/1), Neeraj Lal, Direktur UNVR menyampaikan perkembangan jumlah saham yang wajib dialihkan kembali dari hasil buyback sebanyak 168,76 juta lembar yang diperoleh per 25 Oktober 2025. Saat itu, rerata harga buyback saham dilaporkan Rp1.689 atau total transaksi senilai Rp285,04 miliar.
Dengan asumsi harga Rp2.230 per saham pada hari ini, maka saham UNVR lebih tinggi 32,03% dari saat buyback. Bila saham treasuri itu dijual seluruhnya guna mempertahankan pertumbuhan saham, maka UNVR meraup Rp376,34 miliar atau potensi capital gain Rp91,30 miliar. (LK)