BUMI terbitkan obligasi lagi, percepat bayar utang

Sabtu, 24 Januari 2026

image

JAKARTA – PT Bumi Resources Tbk (BUMI), emiten tambang batu bara milik kongsi Grup Bakrie dan Salim, akan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap IV Tahun 2026 senilai Rp612,75 miliar pada awal Februari 2026.

Obligasi ini ditawarkan dengan tingkat bunga tetap 7.25% per tahun dan tenor 3 tahun sejak tanggal emisi, dengan jadwal pembayaran bunga pertama jatuh pada 20 Mei 2026.

BUMI akan mengalokasikan dana hasil penerbitan obligasi untuk pembayaran dipercepat atas pinjaman USD20,46 juta – atau setara dengan Rp347,34 miliar – yang diberikan Indies Special Opportunities III Ltd dan Indies Special Opportunities IV Ltd sejak April 2025 lalu.

“Sisanya akan digunakan untuk modal kerja Perseroan yaitu biaya-biaya sehubungan dengan kegiatan operasional Perseroan sehari-hari,” tambah manajemen BUMI dalam prospektusnya, Jumat (23/1).

Penjamin pelaksana emisi obligasi terdiri dari enam perusahaan sekuritas: PT Mandiri Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM), PT BCA Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, PT Sucor Sekuritas, dan PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia.

Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) akan bertindak sebagai wali amanat.

BUMI telah menerima rating “idA+ (Single A Plus)” dari Pefindo untuk surat utang jangka panjangnya.

Sebagai catatan, hingga akhir September 2025 lalu, BUMI mencatatkan total aset senilai US$3,95 miliar dengan kas dan setara kas US$112,48 juta, sementara liabilitasnya mencapai US$1,14 miliar.

Namun, jumlah kewajiban tersebut belum memperhitungkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2025 senilai Rp780 miliar yang diterbitkan awal Desember 2025.

Seperti diberitakan IDNFinancials.com sebelumnya, Obligasi I Tahap III/2026 tersebut ditujukan untuk mendanai akuisisi tambang emas Jubilee Metals Ltd. di Australia serta tambang bauksit dan aluminium di Kalimantan Barat.

Selain itu, liabilitas tersebut juga belum memperhitungkan pinjaman sindikasi untuk proyek underground mining anak usaha PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Citra Palu Mineral, senilai US$625 juta, yang diraih pada November lalu. (ZH)