Sebulan melantai, Superbank pakai Rp1,29 triliun dana IPO untuk kredit
Sabtu, 24 Januari 2026

JAKARTA – Satu bulan setelah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) atau Superbank, bank digital Grup Emtek, telah merealisasikan 47,24% dana segar IPO (initial public offering).
Dari total nilai IPO sebesar Rp2,80 triliun, aksi korporasi tersebut memberikan hasil bersih Rp2,73 triliun setelah dikurangi biaya-biaya yang timbul dari penawaran umum.
Berdasarkan keterangan resmi Perseroan, 70% dari hasil bersih tersebut—atau sekitar Rp1,91 triliun—akan digunakan untuk modal kerja dalam rangka memperkuat penyaluran kredit.
Sisanya, 30% atau Rp819,23 miliar, akan digunakan untuk belanja modal Superbank.
Menurut prospektus IPO-nya, belanja modal ini akan dialokasikan untuk investasi pada infrastruktur, sistem operasional, AI & data analytics, serta cybersecurity untuk mendorong pengembangan produk.
Namun, alokasi tersebut akan digunakan secara bertahap dalam lima tahun ke depan.
Hingga 23 Januari 2026, Superbank belum merealisasikan anggaran belanja modalnya, dan baru menggunakan Rp1,29 triliun untuk penyaluran kredit.
Dengan demikian, Perseroan masih menyisakan 52,76% dana IPO-nya, atau setara dengan Rp1,44 triliun, yang ditempatkan di Fasilitas Simpanan Bank Indonesia (FASBI) dengan tingkat bunga 3,75% dan jangka waktu penyimpanan overnight.
Berdasarkan data IDNFinancials.com, SUPA telah menyalurkan kredit Rp9,04 triliun per September 2025 lalu, tumbuh 84% secara tahunan. Sementara itu, kualitas aset tetap terjaga dengan NPL Gross di 2,83% dan NPL Net di 1,21%.
Dari segi kinerja saham, harga saham SUPA telah melesat 75,59% dari harga IPO-nya di level Rp635 per lembar. SUPA ditutup melemah 0,89% ke Rp1.115 pada akhir perdagangan Jumat (23/1). (ZH)