Asing kerubuti saham Boy Thohir, terus tinggalkan BUMI
Sabtu, 24 Januari 2026

JAKARTA – Tak hanya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melemah 1,37% pekan ini (19-23/1), Bursa Efek Indonesia (BEI) juga berbalik mencatatkan net sell (jual asing) mencapai Rp3,25 triliun atau setara US$191,69 juta.
Padahal, pekan lalu (12-15/1), IHSG mampu melesat 1,55%, dengan catatan beli asing (net buy) tumbuh dua kali lipat menjadi Rp4,20 triliun.
Di sisi lain, terdapat satu saham yang konsisten menjadi buruan asing via pasar reguler dalam dua pekan terakhir, yaitu saham emiten milik Garibaldi “Boy” Thohir, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO).
Saham ADRO mencatatkan net buy kedua tertinggi di pasar reguler pekan ini, dengan nilai mencapai Rp414,9 miliar, tumbuh dari Rp203,2 miliar net buy yang tercatat pada pekan lalu.
Kinerja sahamnya juga ikut tumbuh. Harga saham ADRO sudah naik 14,29% dalam dua pekan terakhir, ditutup menguat 2,13% pada Jumat (23/1) kemarin.
Selain ADRO, anak usahanya, PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), juga tampak menjadi buruan asing pekan ini, dengan nilai net buy mencapai Rp226,9 miliar.
Kemudian, di tengah merosotnya harga saham akibat isu pencabutan izin tambang, saham PT Astra International Tbk (ASII) justru digandrungi investor asing, mencatatkan net buy terbesar ketiga pekan ini sebesar Rp402,9 miliar.
Sebagai catatan, saham ASII merosot 3,19% pekan ini – membebani IHSG hingga 9,2 poin. Penurunan terbesar terjadi pada Rabu (21/1), setelah merebaknya berita pencabutan IUP cucu usahanya, PT Agincourt Resources.
Selanjutnya, dua saham LQ45 terafiliasi pemerintah juga banyak dibeli asing di pasar reguler pekan ini, termasuk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO).
Di sisi lain, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), terus menerus dibuang investor lintasnegara, dengan catatan net sell hingga Rp1,34 triliun di pasar reguler sepanjang minggu ini.
Pekan lalu pun, BUMI terlihat paling banyak dijual asing dengan nilai mencapai Rp964,8 miliar.
Saham milik kongsi Grup Bakrie dan Salim ini mengalami koreksi harga hingga 22,08% dalam dua pekan terakhir, meski ditutup menguat 3,45% pada penutupan Jumat (23/1) kemarin di level Rp360.
Padahal, harga saham BUMI sempat menguat ke level Rp464 per lembar di awal tahun pada 5 Januari 2026, yang merupakan harga tertingginya sejak tahun 2014.
Selain BUMI, beberapa saham bank besar juga dibuang asing, termasuk PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), serta PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).
Berikut daftar lengkap net buy dan net sell asing di pasar reguler pekan ini:
Net buy
Net sell
(ZH)