Jalin dagang dengan China, Trump ancam kenakan Kanada tarif 100%
Minggu, 25 Januari 2026

JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengguncang peta perdagangan global. Kali ini, Kanada menjadi sasaran setelah Trump mengancam akan mengenakan tarif impor hingga 100% jika Ottawa melanjutkan kesepakatan dagang dengan China.
Ancaman tersebut disampaikan Trump melalui platform Truth Social pada Sabtu (24/1). Ia memperingatkan Perdana Menteri Kanada Mark Carney bahwa kerja sama perdagangan dengan Beijing justru akan merugikan Kanada dalam jangka panjang.
“China akan melahap Kanada hidup-hidup, menghancurkan bisnis, tatanan sosial, dan cara hidupnya,” tulis Trump.
Ia menegaskan bahwa setiap produk Kanada yang masuk ke Amerika Serikat akan dikenakan tarif 100% apabila kesepakatan dengan China tetap dijalankan.
Seperti dikutip Reuters (25/01), pernyataan itu menandai perubahan sikap Trump. Sebelumnya, pada 16 Januari, Trump sempat menyebut langkah Carney menjajaki kerja sama dengan China sebagai hal yang wajar.
Namun, entah kenapa, presiden yang di kalangan dunia keuangan internasional disebut sebagai TACO itu, kini mengancam Kanada dengan nada keras seiring meningkatnya tensi geopolitik antara Washington dan Ottawa.
Carney sendiri merespons dengan pendekatan defensif. Dalam sebuah video, ia mengajak warga Kanada untuk lebih memilih produk dalam negeri di tengah tekanan eksternal terhadap perekonomian nasional. Meski demikian, Carney tidak secara langsung menyinggung ancaman tarif dari Trump.
Upaya Kanada mendekati China dilakukan untuk memperbaiki hubungan dagang yang sempat memburuk. China saat ini merupakan mitra dagang terbesar kedua Kanada setelah Amerika Serikat. Pemerintah Kanada menilai diversifikasi mitra dagang penting guna mengurangi ketergantungan terhadap satu pasar.
Menteri Perdagangan Kanada-AS, Dominic LeBlanc, menegaskan bahwa tidak ada pembahasan perjanjian perdagangan bebas dengan China. Menurutnya, yang disepakati hanyalah penyelesaian beberapa isu tarif yang selama ini menjadi hambatan perdagangan.
Pada paragraf terpisah, Kedutaan Besar China di Kanada menyatakan kesiapan Beijing untuk bekerja sama dengan Ottawa. Dalam pernyataannya kepada Reuters, pihak kedutaan mengatakan China siap mengimplementasikan konsensus penting yang telah dicapai oleh para pemimpin kedua negara demi hubungan ekonomi yang stabil dan saling menguntungkan.
Sementara itu, ketegangan AS-Kanada juga dipicu isu geopolitik lain. Trump secara terbuka mengkritik sikap Carney terkait penolakan terhadap wacana Amerika Serikat menguasai Greenland. Isu tersebut memperkeruh hubungan bilateral yang sebelumnya relatif stabil.
Trump bahkan menuding Kanada berpotensi menjadi “pelabuhan transit” bagi produk China untuk menghindari tarif AS. Tuduhan itu kembali menguatkan kekhawatiran Washington terhadap praktik pengalihan perdagangan (trade diversion).
Jika ancaman tarif benar-benar diterapkan, dampaknya diperkirakan signifikan bagi sektor industri Kanada, terutama manufaktur logam, otomotif, dan mesin. Ketidakpastian kebijakan perdagangan AS dinilai dapat menekan investasi dan memperlambat pertumbuhan ekonomi Kanada.
Dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos, Carney menyinggung berakhirnya tatanan global berbasis aturan. Ia menyerukan agar negara-negara dengan kekuatan menengah bersatu agar tidak menjadi korban dominasi ekonomi negara besar.
Trump menanggapi pidato tersebut dengan pernyataan kontroversial bahwa Kanada “hidup karena Amerika Serikat”. Klaim itu langsung dibantah Carney yang menegaskan bahwa Kanada berkembang karena kekuatan dan identitasnya sendiri.
Ketidakpastian ini menambah daftar panjang ancaman tarif Trump sejak kembali menjabat. Meski beberapa ancaman sebelumnya berakhir dengan penundaan atau pembatalan, pelaku usaha tetap khawatir terhadap dampak langsung pada perdagangan dan stabilitas ekonomi kawasan Amerika Utara.
Kamar Dagang Kanada menilai meningkatnya ketegangan ini berpotensi menciptakan risiko besar bagi dunia usaha. “Konsekuensi dari ketidakpastian yang meningkat akan dirasakan langsung oleh bisnis,” ujar Matthew Holmes, perwakilan Kamar Dagang Kanada.(GA)
Baca: Pidato Mark Carney di Davos, akhir kepura-puraan Kanada terhadap AS