Emas tembus US$5.000, begini target UBS berikutnya

Senin, 26 Januari 2026

image

JAKARTA – UBS menaikkan target harga emas ke level US$5.400 per troi ons dalam laporan Chief Investment Office yang disampaikan akhir pekan lalu.

Sementara di pembukaan sesi Asia hari ini, harga emas telah mencapai US$5.081 per troi ons, hingga pukul 10.00 WIB. Sedangkan di pasar berjangka COMEX (Commodity Exchange), harga emas telah diperdagangkan di level yang sama.

Laporan Chief Investment Office UBS menyebut harga emas masih terus menguat, meskipun pasar telah kembali ke mode risk-on setelah deeskalasi ketegangan antara Amerika (AS) yang berambisi merebut Greenland dari Denmark.

“Kami menyambut baik hasil diplomasi tersebut. Namun kami yakin deeskalasi itu tidak akan menghalangi reli kenaikan harga emas ke level yang lebih tinggi,” jelas laporan Chief Investment Office UBS.

Beberapa faktor yang masih mendukung reli kenaikan harga emas, menurut Chief Investment Office UBS, yaitu risiko geopolitik baru di kawasan Eropa hingga Asia. Selain itu, emas diyakini masih tetap menarik untuk lindung nilai investai.

Dari sisi kebijakan moneter, Federal Reservere pun diperkirakan akan kembali memangkas suku bunga Amerika Serikat (AS), setidaknya pada kuartal pertama tahun ini.

Sebagai catatan, UBS sebelumnya memang telah menargetkan harga emas berpotensi menyentuh harga US$5.000 per troi ons pada taun ini.

“Dengan skenario dasar tersebut, kami semakin fokus pada potensi upside berikutnya di level US$5.400 per troi ons,” tulis Chief Investment Office UBS.

Sejak awal tahun ini, harga emas telah naik 17,5%. Sedangkan kenaikan harga dalam setahun terakhir telah mencapai 84,59%.

Selain UBS, Goldman Sachs juga telah menaikkan target harga emas ke level US$5.400 per troi ons, seiring kenaikan permintaan dari investor ritel dan bank sentral. (KR)