Apa kata Goldman Sachs soal Indeks Russel yang lampaui S&P awal 2026

Senin, 26 Januari 2026

image

JAKARTA - Goldman Sachs menilai indeks saham berkapitalisasi kecil Russell 2000 berpotensi mencatat kinerja positif pada awal 2026, seiring dukungan kondisi makroekonomi Amerika Serikat yang dinilai semakin kondusif.

Namun, bank investasi tersebut meragukan kemampuan indeks tersebut untuk mengungguli S&P 500 sepanjang tahun penuh.

Dikutip investing.com, Analis Goldman Sachs Ben Snider menyebut prospek saham small-cap ditopang oleh ekspektasi percepatan pertumbuhan ekonomi AS, inflasi yang lebih rendah dari perkiraan pasar, serta kelanjutan pelonggaran kebijakan moneter oleh Federal Reserve. Faktor teknikal, seperti posisi di pasar berjangka dan tingkat short interest, juga dinilai membuka ruang kenaikan bagi saham berkapitalisasi kecil.

Meski demikian, Goldman Sachs mengingatkan bahwa valuasi Russell 2000 saat ini berada di atas rata-rata historis. Dengan proyeksi pertumbuhan PDB riil AS 2026 sebesar 2,6%, bank tersebut memperkirakan potensi imbal hasil Russell 2000 dalam 12 bulan ke depan sekitar 10%, lebih rendah dibandingkan perkiraan imbal hasil 12% untuk S&P 500.

Selain itu, Goldman Sachs menilai proyeksi konsensus pertumbuhan laba per saham Russell 2000 yang mencapai 61% terlalu optimistis dan berisiko mengecewakan jika tidak terealisasi.

Di sisi lain, tingkat perbedaan kinerja antar saham (return dispersion) yang tinggi di dalam indeks Russell 2000 dinilai membuka peluang besar bagi investor aktif.

Goldman Sachs mencatat dispersi imbal hasil Russell 2000 lebih dari dua kali lipat dibandingkan S&P 500, menciptakan ruang untuk strategi pemilihan saham yang selektif.

Perubahan kebijakan fiskal, meningkatnya adopsi kecerdasan buatan oleh perusahaan, serta potensi lonjakan aktivitas merger dan akuisisi diperkirakan akan menjadi pendorong utama terciptanya peluang imbal hasil spesifik saham di segmen kapitalisasi kecil sepanjang 2026.

Saham berkapitalisasi kecil (small-cap) mengawali tahun 2026 dengan sangat kencang, mengungguli S&P 500 yang bergerak lesu, sementara kelompok saham raksasa teknologi Magnificent Seven justru mencatat penurunan sejauh ini tahun ini.

Seperti dikutip investing.com, sejak awal tahun, indeks acuan small-cap Russell 2000 telah naik hampir 10%, dengan mudah melampaui kenaikan sekitar 1% pada indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite.

Russell 2000 juga mengungguli S&P 500 selama 14 hari berturut-turut hingga Kamis, menurut data Dow Jones Market Data. Ini merupakan rentetan kinerja terpanjang sejak 1996.

Indeks small-cap tersebut telah mencatat delapan rekor penutupan tertinggi sepanjang tahun ini. Sebagai perbandingan, sepanjang tahun lalu Russell 2000 hanya mencetak sembilan rekor. Sementara itu, kelompok Magnificent Seven secara keseluruhan turun sekitar 0,5% sepanjang 2026.

Kinerja tahun ini menandai pembalikan keadaan dibandingkan 2025, ketika S&P 500 melonjak lebih dari 16%, Magnificent Seven naik lebih dari 20%, sementara Russell 2000 tertinggal dengan kenaikan sekitar 11%.

Investor mulai melakukan rotasi ke saham small-cap dan sektor yang lebih sensitif terhadap siklus ekonomi sejak akhir tahun lalu.

"Ini seiring munculnya tanda-tanda bahwa pertumbuhan ekonomi semakin meluas, kata Brent Schutte, Kepala Investasi Northwestern Mutual Wealth Management, dalam analisis yang dibagikan kepada Investor’s Business Daily (IBD).

“Rotasi ke saham small-cap terjadi ketika sejumlah sektor ekonomi yang sebelumnya tertekan oleh suku bunga tinggi mulai mendapatkan kelegaan setelah Federal Reserve memangkas suku bunga acuannya sebanyak tiga kali masing-masing seperempat poin tahun lalu,” jelas Schutte.

“Ekspektasi dorongan kebijakan fiskal, termasuk potensi peningkatan pengembalian pajak di bawah One Big Beautiful Bill Act, juga mendorong investor mulai melakukan diversifikasi melampaui saham-saham berkapitalisasi besar.”

Ia menambahkan, data ekonomi yang menunjukkan ketahanan belanja konsumen mendorong investor keluar dari Magnificent Seven dan masuk ke area pasar yang lebih siklikal. Laporan PDB yang secara mengejutkan kuat pada Kamis semakin memperkuat narasi tersebut. (DH)