Pertama kali, harga perak tembus US$100 per troi ons

Senin, 26 Januari 2026

image

JAKARTA - Pasar logam mulia mencatatkan reli tajam seiring meningkatnya kekhawatiran geopolitik global dan spekulasi pemangkasan suku bunga Amerika Serikat, mendorong investor memperkuat posisi pada aset lindung nilai.

Mengacu laporan Reuters pada 23 Januari 2026, harga perak melonjak menembus US$100 per troi ons untuk pertama kalinya, sementara emas bergerak mendekati US$5.000 per troi ons, mencerminkan meningkatnya aversi risiko di pasar keuangan global.

Harga perak spot naik 5% ke level US$100,94 per troi ons pada perdagangan London. Kenaikan ini terjadi di tengah pasokan yang ketat dan hambatan ekspansi produksi, yang membuat harga perak telah melonjak lebih dari 200% dalam 12 bulan terakhir.

“Perak kemungkinan akan terus diuntungkan oleh faktor-faktor yang mendukung permintaan investasi terhadap emas,” ujar Philip Newman, Direktur Metals Focus. “Dukungan tambahan datang dari kekhawatiran berkelanjutan terkait tarif serta likuiditas fisik yang tetap rendah di pasar London.”

Emas juga mencatatkan penguatan signifikan. Harga emas spot naik 0,6% menjadi US$4.964,81 per troi ons, setelah sempat menyentuh rekor tertinggi harian di US$4.988,17. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari ditutup menguat 1,4% di US$4.979,70.

Menurut pelaku pasar, lonjakan harga emas mencerminkan perubahan mendasar dalam perilaku investor global. “Peran emas sebagai aset lindung nilai dan diversifikator risiko di masa ketidakpastian ekonomi dan politik yang tinggi menjadikan emas semakin penting dalam manajemen portofolio strategis. Ini bukan sekadar badai sempurna sementara, tetapi menandai perubahan fundamental sebuah era,” kata Tai Wong, pedagang logam independen.

Ketidakpastian global sejak awal tahun ini mulai dari ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan NATO, isu independensi Federal Reserve, hingga dinamika perdagangan internasional terus memperkuat daya tarik logam mulia.

Pembelian berkelanjutan oleh bank sentral serta tren pengurangan ketergantungan terhadap dolar AS turut menjadi faktor pendorong reli emas. Dalam lingkungan suku bunga rendah, emas yang tidak memberikan imbal hasil bunga semakin dipilih sebagai penyimpan nilai.

Sementara itu, logam mulia lain juga mencatatkan kenaikan signifikan. Platinum sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di US$2.771,10 per troi ons, dan terakhir diperdagangkan naik 4,4% di US$2.744,40. HSBC menyebut platinum menarik bagi investor sebagai alternatif emas dengan harga lebih rendah, di tengah defisit struktural pasar yang diperkirakan mencapai 1,2 juta ons tahun ini.

Di saat yang sama, harga palladium melonjak 4,1% menjadi US$1.999,64 per tori ons, mengikuti sentimen positif yang meluas di pasar logam mulia.(DH)