CEO BlackRock tutup WFE Davos: Lebih baik optimistis meski salah
Senin, 26 Januari 2026

JAKARTA - Pertemuan Tahunan World Economic Forum (WEF) 2026 resmi berakhir setelah lima hari diskusi intensif yang mempertemukan para pemimpin dunia di Davos, Swiss. Forum ke-56 ini dihadiri 64 kepala negara atau pemerintahan serta hampir 3.000 pemimpin dari 130 negara, mencakup eksekutif bisnis global, pembuat kebijakan, akademisi, hingga tokoh teknologi.
Dikutip indiatimes.com, mengusung tema “A Spirit of Dialogue”, pertemuan berlangsung di tengah situasi geopolitik yang dinilai paling kompleks dalam beberapa dekade terakhir. Di sesi penutupan, CEO BlackRock sekaligus Co-Chair Interim WEF Larry Fink menekankan pentingnya sikap optimistis dengan mengutip Elon Musk.
“Lebih baik bagi kualitas hidup Anda menjadi seorang optimistis yang salah daripada seorang pesimistis yang benar,” kata Fink, mengutip Musk.
Kehadiran Musk menjadi sorotan utama tahun ini. CEO Tesla itu melakukan debutnya di WEF dengan mengkritik tarif surya Amerika Serikat serta memaparkan target ambisius Tesla, termasuk penjualan robot humanoid tahun depan dan peluang persetujuan teknologi mobil swakemudi di Eropa dalam waktu dekat.
Musk, yang selama ini kerap menyebut forum Davos elitis dan jauh dari masyarakat, diwawancarai langsung oleh Fink dalam diskusi yang membahas robotika, kecerdasan buatan (AI), roket yang dapat digunakan kembali, hingga ketertarikannya pada fiksi ilmiah.
Selain isu geopolitik dan ekonomi global, transformasi AI menjadi agenda dominan. Para pemimpin teknologi dan CEO menilai AI sebagai pendorong utama perubahan model bisnis dan pasar tenaga kerja di negara maju maupun berkembang. (DH)
“Ini adalah momen ketidakpastian, tetapi juga kemungkinan; bukan saatnya mundur, melainkan saatnya terlibat,” kata Presiden dan CEO WEF Borge Brende.
“Tahun ini, Davos telah mencapai level baru. Tidak hanya menjadi platform dialog yang dituju, tetapi juga menandai titik balik dan mendorong keputusan,” ujar Andre Hoffmann, Co-Chair Interim WEF.
Sejumlah eksekutif teknologi mendorong adopsi AI secara lebih agresif. “Saya akan menganjurkan bagi negara-negara berkembang: bangun infrastruktur Anda, terlibatlah dalam AI, dan sadari bahwa AI kemungkinan besar sama seperti teknologi listrik,” kata Seiji Isungh, Chief Executive Officer, Nvidia.
Sementara itu, Satya Nadella menekankan pemanfaatan nyata AI. “Namun, saya pikir sebagai komunitas global kita harus sampai pada titik di mana kita menggunakan ini untuk melakukan sesuatu yang berguna yang mengubah hasil bagi masyarakat, komunitas, dan negara serta industri.”
Adapun CFO OpenAI Sarah Friar menilai potensi produktivitas AI masih sangat besar. “Bahkan jika model [tidak meningkat sama sekali] mulai hari ini, masih ada begitu banyak produktivitas yang bisa diraih hanya dari apa yang sudah ada di tangan masyarakat.”
WEF 2026 pun ditutup dengan pesan optimisme, bahwa dialog lintas sektor dan teknologi baru seperti AI akan menjadi kunci menghadapi ketidakpastian global ke depan.