Danantara Indonesia siap investasi hingga US$14 miliar di 2026

Senin, 26 Januari 2026

image

DAVOS - Sovereign wealth fund (SWF) Danantara Indonesia menargetkan penempatan investasi hingga US$14 miliar atau setara setara Rp235,48 triliun sepanjang 2026, yang bersumber dari dividen perusahaan-perusahaan portofolionya.

Hal itu disampaikan Chief Investment Officer Danantara, Pandu Patria Sjahrir, kepada Reuters di sela World Economic Forum (WEF) di Davos, Kamis (23/1).

“Pada tahun lalu kami sudah mengalokasikan sekitar US$8 miliar. Total investasi yang harus kami salurkan tahun ini mencapai US$14 miliar,” ujar Pandu dalam Reuters Global Markets Forum.

Seperti dikutip reuters.com, untuk mendukung kebutuhan pendanaan, Danantara juga bersiap menerbitkan obligasi Patriot tahap kedua dalam satu hingga dua bulan ke depan.

Pandu mengatakan, penerbitan lanjutan ini kemungkinan bernilai lebih kecil dan sangat bergantung pada minat investor. Sebelumnya, Danantara telah menerbitkan obligasi sebagai bagian dari strategi pendanaan investasinya.

Danantara, singkatan dari Daya Anagata Nusantara, resmi diluncurkan pada Februari 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto dengan modal awal US$20 miliar untuk mendorong sekitar 20 proyek strategis nasional.

Mengacu pada mandat resminya, Danantara bertugas mengelola aset negara secara profesional dan transparan, sekaligus menopang transformasi ekonomi Indonesia dan memperkuat daya saing nasional.

Dalam 12 hingga 24 bulan ke depan, fokus investasi Danantara akan diarahkan ke energi terbarukan dan transisi energi, infrastruktur digital, layanan kesehatan, serta ketahanan pangan, sektor yang dinilai krusial untuk memenuhi kebutuhan populasi Indonesia yang mendekati 300 juta jiwa.

Danantara berencana membagi alokasi modal ke pasar publik dan privat. Sekitar 50% investasi tahun ini akan ditempatkan di pasar publik, terutama di dalam negeri, sambil menjajaki peluang di China, India, Jepang, Korea Selatan, dan Eropa.

Pandu menegaskan, Danantara juga menaruh perhatian besar pada penguatan tata kelola dan kredibilitas institusi guna mengurangi “defisit kepercayaan” yang kerap melekat pada lembaga besar di Indonesia.

Saat ini, Danantara telah mengantongi peringkat kredit BBB dari Fitch, setara dengan peringkat utang Indonesia. Selain itu, lembaga ini telah menjalin kemitraan dengan sesama SWF global senilai total US$45 miliar, termasuk kerja sama yang sebelumnya diumumkan dengan Qatar. (DK)