BYD targetkan ekspor 1,3 juta mobil litsrik pada 2026

Selasa, 27 Januari 2026

image

JAKARTA - Produsen kendaraan listrik asal China, BYD, dikabarkan telah menetapkan target penjualan sebanyak 1,3 juta unit kendaraan di luar China pada tahun 2026.

Mengutip laporan CarNewsChina pada Minggu waktu setempat, target tersebut mencerminkan peningkatan sekitar 25 persen dibandingkan total pengiriman luar negeri BYD sepanjang 2025.

Penetapan target ini sekaligus menjadi tolok ukur yang jelas bagi fase lanjutan ekspansi global BYD, setelah mencatat pertumbuhan pesat selama setahun terakhir.

Manajer Umum Departemen Branding dan Hubungan Masyarakat BYD, Li Yunfei, melaporkan bahwa total penjualan kendaraan energi baru perusahaan pada 2025 mencapai sekitar 4,6 juta unit.

Dari jumlah tersebut, sekitar 2,26 juta unit merupakan kendaraan listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV).

Sementara sisanya berasal dari model plug-in hybrid yang sebagian besar dipasarkan di dalam negeri, mencerminkan strategi dual powertrain yang diterapkan BYD sepanjang tahun lalu.

Diketahui, pengiriman kendaraan BYD ke pasar luar negeri pada 2025 telah melampaui 1,04 juta unit, termasuk kendaraan penumpang dan truk pikap.

Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan total penjualan internasional BYD sepanjang 2024, sekaligus menegaskan meningkatnya kontribusi pasar global terhadap volume penjualan perusahaan.

Kinerja ekspor pada 2025 tersebut menjadi dasar penetapan target pertumbuhan penjualan luar negeri BYD pada 2026.

Pertumbuhan ini didorong oleh perluasan aktivitas di berbagai kawasan, termasuk penguatan kehadiran di Eropa serta percepatan penetrasi pasar di Amerika Latin dan Asia Tenggara.

Hingga akhir 2025, kendaraan BYD dilaporkan telah dipasarkan di lebih dari 110 negara dan wilayah. Seiring dengan meningkatnya ekspor, BYD juga terus berinvestasi dalam pengembangan basis produksi di luar China.

Sejumlah pabrik kendaraan penumpang di Thailand, Uzbekistan, dan Brasil telah rampung dibangun dan mulai beroperasi. Sementara itu, pabrik kendaraan penumpang pertama BYD di Eropa yang berlokasi di Hungaria dijadwalkan segera memulai produksi. (DK)