Ekonom Jerman desak penarikan cadangan emas dari AS

Selasa, 27 Januari 2026

image

WASHINGTON - Jerman menghadapi desakan untuk menarik cadangan emas bernilai ratusan miliar euro dari brankas Amerika Serikat, seiring memburuknya hubungan transatlantik dan meningkatnya ketidakpastian di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump.

Dilansir theguardian.com, Jerman memiliki cadangan emas nasional terbesar kedua di dunia setelah AS. Sekitar €164 miliar atau setara 1.236 ton emas saat ini disimpan di New York.

Ekonom senior Emanuel Mönch, mantan Kepala rRset Bundesbank, menilai penyimpanan emas di AS semakin berisiko.

Ia menyarankan agar emas tersebut dipulangkan demi memperkuat kemandirian strategis Jerman.

“Dalam situasi geopolitik saat ini, menyimpan emas dalam jumlah besar di AS tampak berisiko,” kata Mönch kepada Handelsblatt.

Menurut dia, Bundesbank sebaiknya mempertimbangkan repatriasi cadangan emas tersebut.

Meski demikian, Juru Bicara Pemerintah Koalisi Pimpinan Kanselir Friedrich Merz, Stefan Kornelius, mengatakan penarikan emas belum menjadi agenda pemerintah.

Seruan serupa juga datang dari Michael Jäger, kepala European Taxpayers Association. Ia menilai sikap Trump yang tidak terduga, termasuk wacana AS untuk menguasai Greenland, memperbesar risiko keamanan cadangan emas Jerman.

“Trump tidak bisa diprediksi dan selalu mencari sumber pendapatan. Itu sebabnya emas kita tidak lagi aman di brankas The Fed,” ujar Jäger kepada Rheinische Post.

Ia memperingatkan adanya risiko Jerman kehilangan akses terhadap emasnya dan mendesak agar cadangan tersebut dipulangkan.

Isu repatriasi emas yang sebelumnya kerap diangkat partai sayap kanan AfD kini mulai masuk arus utama.

Katharina Beck dari Partai Hijau menyebut emas sebagai “jangkar penting stabilitas dan kepercayaan” yang tidak boleh dijadikan alat tawar-menawar geopolitik.

Namun, Presiden Institut Riset Ekonomi Ifo, Clemens Fuest, memperingatkan langkah tersebut bisa memicu dampak tak diinginkan dan memperkeruh situasi geopolitik.

Total cadangan emas Jerman bernilai hampir €450 miliar. Lebih dari separuh disimpan di Frankfurt, 37% di New York, dan 12% di London. Bundesbank menegaskan audit rutin atas seluruh cadangan emas terus dilakukan.

Presiden Bundesbank Joachim Nagel sebelumnya menyatakan tidak ada alasan untuk khawatir terhadap emas Jerman yang disimpan di AS. Pemerintah juga menilai diversifikasi lokasi penyimpanan masih menjamin keamanan dan fleksibilitas kebijakan.Meski begitu, meningkatnya ketegangan dengan Washington mendorong semakin banyak politisi konservatif Jerman mendukung relokasi emas.

“Di bawah pemerintahan Trump, AS bukan lagi mitra yang sepenuhnya dapat diandalkan,” kata ekonom Ulrike Neyer dari Universitas Düsseldorf. (DK)