Iran akan kerahkan drone murah untuk keroyok kapal induk AS?

Selasa, 27 Januari 2026

image

JAKARTA - Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat seiring mendekatnya kelompok tempur kapal induk USS Abraham Lincoln ke wilayah Komando Pusat AS (CENTCOM).

Seiring pengerahan kekuatan tersebut, para analis menilai Iran memiliki kemampuan yang semakin serius untuk mengancam kapal perang Amerika Serikat melalui serangan kawanan drone murah dalam jumlah besar.

Dikutip jpost.com, Cameron Chell, CEO perusahaan drone Kanada Draganfly, memperingatkan bahwa kekuatan utama Iran bukan pada kecanggihan teknologi, melainkan pada volume dan efisiensi biaya. Ia menilai peluncuran drone satu arah secara masif dapat menekan sistem pertahanan kapal modern.

“Jika ratusan drone diluncurkan dalam waktu singkat, hampir pasti sebagian akan lolos,” kata Chell kepada Fox News Digital, merujuk pada potensi kelebihan beban radar dan sistem pencegat.

Menurutnya, kapal permukaan besar yang bergerak lambat menjadi target ideal dalam skenario serangan jenuh. Penggunaan pencegat berbiaya tinggi untuk menghadapi drone murah dinilai menciptakan ketimpangan biaya yang merugikan pihak bertahan. Chell menyebut strategi tersebut memberi Iran cara yang sangat kredibel untuk mengancam kapal permukaan.

Tak lama setelah peringatan itu disampaikan, seorang pejabat AS mengonfirmasi bahwa USS Abraham Lincoln telah memasuki perairan CENTCOM di Samudra Hindia. Pengerahan ini berlangsung di tengah intensifikasi koordinasi militer antara Amerika Serikat dan Israel, menyusul meningkatnya ketegangan regional dan ancaman drone serta rudal di kawasan Teluk Persia dan Laut Merah.

Pekan lalu, kelompok tempur USS Abraham Lincoln mulai bergerak ke kawasan dengan dukungan kapal perusak berkemampuan Aegis dan penguatan aset udara. Aktivitas militer AS juga terpantau meningkat, termasuk pergerakan pesawat angkut berat ke pangkalan-pangkalan Teluk dan pengerahan pembom dari Diego Garcia sebagai bagian dari perencanaan kontinjensi.

Di sisi lain, Iran mengirim sinyal kesiapan tinggi. Para pejabat Teheran memperingatkan bahwa setiap serangan akan dianggap sebagai “perang total”. Sebuah mural baru di pusat kota Teheran bahkan menampilkan gambar kapal induk AS rusak dengan pesan, “Jika kamu menabur angin, kamu akan menuai badai.”

Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa Amerika Serikat memiliki “banyak kapal yang sedang menuju Iran” dan menegaskan, “kami memiliki sebuah armada yang mengarah ke sana,” meski berharap kekuatan tersebut tidak perlu digunakan. Pemerintah AS menyebut pengerahan itu sebagai langkah penangkalan di tengah kekhawatiran atas tindakan keras Iran terhadap demonstrasi dalam negeri.

Pernyataan bernada keras juga datang dari Senator Lindsey Graham, yang mendorong serangan terhadap target ekonomi strategis Iran jika pasukan AS atau sekutunya diserang. Ia berulang kali menyerukan agar kilang minyak Iran dikeluarkan “dari bisnis minyak” untuk mengubah perhitungan rezim.

Sementara itu, Kepala CENTCOM Laksamana Brad Cooper kembali bertemu dengan Kepala Staf Militer Israel Letnan Jenderal Eyal Zamir untuk memperkuat koordinasi pertahanan udara, laut, dan rudal. Militer Israel menyebut hubungan kedua negara sebagai “keterkaitan strategis yang erat”, di tengah laporan pengerahan tambahan aset AS seperti F-15, F-35, pesawat Growler, dan sistem THAAD guna menghadapi ancaman rudal balistik Iran.(DH)