GIAA guyur Rp14,9 triliun ke Citilink, untuk apa?

Kamis, 20 November 2025

image

JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) berencana menyalurkan sebagian besar dana dari PT Danantara Asset Management (Persero) untuk meningkatkan modal Citilink hingga Rp14,9 triliun, setelah mendapat persetujuan private placement.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 12 November 2025, pemegang saham GIAA menyetujui adanya tambahan modal sebesar Rp23,67 triliun dari Danantara.

Tambahan modal itu terdiri atas setoran tunai Rp17,02 triliun dan konversi utang pinjaman pemegang saham Rp6,65 triliun.

Manajemen GIAA menyampaikan, “Peningkatan modal Citilink akan dilakukan pada Desember 2025,” dalam keterbukaan informasi BEI, Selasa (18/11).

Dari total suntikan modal, sebanyak Rp11,23 triliun atau 47,45% akan dialokasikan untuk modal kerja dan operasional Citilink, termasuk biaya perawatan dan perbaikan pesawat.

Dana ini berasal dari konversi SHL sebesar Rp4,82 triliun dan setoran tunai Rp6,40 triliun. Sisanya sebesar Rp3,73 triliun atau 15,77% merupakan dana setoran tunai, yang akan digunakan melunasi utang pembelian bahan bakar pesawat Citilink kepada Pertamina senilai US$225 juta.

Sementara itu, sebesar Rp8,70 triliun atau 36,78% dari suntikan Danantara akan dialokasikan untuk modal kerja dan operasional GIAA, yang di dalamnya termasuk biaya perawatan dan perbaikan pesawat. (DH/KR)