Harga emas tembus US$5.068 per ons, perak ikut menguat

Selasa, 27 Januari 2026

image

JAKARTA - Harga emas menguat pada Selasa (27 Januari) setelah pada sesi sebelumnya menembus level US$5.100 per ons untuk pertama kalinya.

Kenaikan ini didorong oleh tetap tingginya minat terhadap aset aman di tengah ketidakpastian geopolitik global. Sementara itu, harga perak juga bertahan di dekat level tertinggi sepanjang masa.

Seperti dikutip reuters.com, emas spot tercatat naik 1,1% menjadi US$5.068,05 per ons pada pukul 09.21, setelah sehari sebelumnya menyentuh rekor tertinggi di US$5.110,50 per ons.

Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Februari menguat 0,4% ke level US$5.063,0 per ons.

Ketegangan geopolitik semakin meningkat setelah Presiden AS Donald Trump pada Senin menyatakan rencananya untuk menaikkan tarif impor mobil, kayu, dan produk farmasi dari Korea Selatan hingga 25%.

Trump juga mengkritik Seoul karena dinilai gagal mencapai kesepakatan dagang dengan Washington.

Pernyataan tersebut muncul tak lama setelah Trump mengancam akan mengenakan tarif terhadap Kanada, meskipun hubungan kedua negara sempat membaik menyusul kunjungan Perdana Menteri Kanada Mark Carney ke China awal bulan ini.

Di sisi lain, penguatan yen menekan dolar AS yang melemah mendekati level terendah dalam empat bulan terakhir.

Pelemahan dolar turut dipicu oleh berbagai persoalan domestik AS, termasuk ancaman penutupan pemerintahan serta kebijakan Trump yang dinilai tidak konsisten.

Harga perak spot melonjak tajam 6,3% menjadi US$110,39 per ons, setelah mencetak rekor tertinggi di US$117,69 per ons pada Senin. Sepanjang tahun ini, harga perak telah melesat sekitar 55%.

Adapun harga platinum spot turun 2,5% menjadi US$2.688,12 per ons setelah sebelumnya mencapai rekor US$2.918,80. Sementara itu, harga paladium naik tipis 0,1% ke level US$1.980,50 per ons. (DK)