Bos IMF Kristalina Georgieva bersiap hadapi global run dolar Amerika

Selasa, 27 Januari 2026

image

JAKARTA -  Dana Moneter Internasional (IMF) tengah mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan terjadinya aksi jual cepat terhadap aset-aset berdenominasi dolar AS.

“Di IMF, salah satu ‘otot’ yang sedang kami bangun adalah kemampuan untuk secara hipotetis memaparkan skenario peristiwa yang tak terbayangkan, lalu mencari tahu apa yang harus dilakukan,” kata Kristalina Georgieva, Direktur Pelaksana IMF, pada Senin. (26/1) dalam sebuah acara yang diselenggarakan oleh Bruegel, lembaga pemikir yang berbasis di Brussel.

Dana Moneter Internasional (IMF) tengah menyiapkan skenario untuk menghadapi kemungkinan gelombang penjualan aset bernilai dolar AS. 

Dikutip euractiv.com, Georgieva menyebut IMF menelaah “berbagai jenis skenario”, termasuk kemungkinan investor beralih dari dolar, seiring ketidakpastian akibat kebijakan tarif Donald Trump dan serangannya terhadap independensi Federal Reserve. Sejak Januari 2025, dolar AS turun lebih dari 9% terhadap sekeranjang mata uang utama, dan hampir 12% terhadap euro, sementara harga emas mencapai rekor US$5.100 per troy ounce.

Tren ini terjadi di tengah upaya global untuk mendiversifikasi cadangan devisa, dengan dolar kini hanya mewakili sekitar 57% dari cadangan resmi global, turun dari 72% pada 2001. Blok BRICS, termasuk China dan Rusia, telah mendorong ‘de-dolarisasi’ sistem pembayaran mereka.

Georgieva mendorong Uni Eropa untuk menerbitkan lebih banyak utang bersama sebagai alternatif aman bagi investor, menyatakan, “menciptakan apa yang ada permintaannya: penawaran kertas Eropa yang lebih besar yang dapat dibeli, dimiliki, dan dinikmati orang.” Namun, ia mengakui bahwa isu ini sulit diimplementasikan karena penolakan beberapa negara, termasuk Jerman dan Belanda.

Meski begitu, Georgieva menekankan bahwa dominasi dolar tetap kuat. “Jika Anda melihat dolar, ia tetap menjadi mata uang dominan karena satu alasan dan hanya satu alasan: utang dan likuiditas pasar modal di AS [dan] ukuran ekonominya. Jadi selama faktor ini tetap jelas, sulit untuk mengharapkan perubahan dramatis terjadi.”(DH)