Jet Rafale tiba dari Prancis, modernisasi udara masuk babak baru
Selasa, 27 Januari 2026

JAKARTA - Indonesia resmi menerima pengiriman perdana jet tempur Rafale dari Prancis, menandai dimulainya realisasi kontrak pertahanan bernilai miliaran dolar antara kedua negara. Pengiriman awal ini menjadi tonggak penting dalam upaya modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) nasional.
Dikutip dawn.com, seorang pejabat Kementerian Pertahanan mengatakan kepada Reuters bahwa tiga unit Rafale telah diserahkan dan kini berada di bawah kendali TNI Angkatan Udara. Juru Bicara Kementerian Pertahanan Rico Ricardo Sirait menegaskan, “Pesawat telah diserahterimakan dan siap digunakan oleh TNI Angkatan Udara.”
Menurut Sirait, ketiga pesawat tersebut tiba pada Jumat lalu dan ditempatkan di Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, di Pulau Sumatra bagian barat. Ia menambahkan bahwa pengiriman berikutnya dijadwalkan berlangsung akhir tahun ini, meski tidak merinci jumlah unit tambahan.
Indonesia tercatat sebagai pembeli utama persenjataan Prancis di Asia Tenggara, dengan total pemesanan mencapai 42 unit Rafale buatan Dassault Aviation, disertai kontrak pembelian fregat dan kapal selam. Kesepakatan awal senilai US$8 miliar ditandatangani pada 2022 dan diperluas pada tahun berikutnya.
Langkah ini sejalan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang meningkatkan anggaran pertahanan guna memperbarui armada militer yang menua. Indonesia juga masih membuka opsi lain dalam program modernisasi jet tempurnya, termasuk J-10 buatan China dan F-15EX buatan Amerika Serikat.
Dalam jangka panjang, Indonesia juga telah mengikat kontrak pembelian 48 jet tempur KAAN dari Turki, pesawat generasi kelima yang menggunakan mesin General Electric F-110, sama seperti yang dipakai pada jet tempur F-16.(DH)