POSCO caplok 65,7% saham SGRO, Grup Sampoerna fokus bisnis lain

Kamis, 20 November 2025

image

JAKARTAN - Grup Sampoerna melalui Twinwood Family Holdings Limited mengumumkan penjualan seluruh sahamnya di PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) sebesar 65,721% kepada AGPA Pte. Ltd., anak perusahaan POSCO International Corporation.

Presiden Direktur Grup Sampoerna, Bambang Sulistyo, mengatakan pihaknya akan tetap berkomitmen untuk tetap fokus pada lini bisnis lain yang sudah berjalan, sekaligus membuka peluang baru sesuai kebutuhan dan perkembangan usaha.

"Kami yakin, pemilik baru akan menjadi rumah yang baik bagi para pegawai dan membawa SGRO pada prospek pertumbuhan bisnis yang lebih baik ke depan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (20/11/2025).

Bambang menambahkan, meski banyak investor tertarik pada industri kelapa sawit Indonesia, POSCO International dinilai paling tepat untuk melanjutkan kinerja positif SGRO.

Pengalaman dan komitmen perusahaan itu di industri sawit Indonesia, kata Bambang, akan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.

POSCO International adalah perusahaan global asal Korea Selatan yang berada di bawah POSCO Group, dengan portofolio usaha meliputi perdagangan, energi, baja, dan agribisnis.

Di Indonesia, POSCO Group terlibat dalam sejumlah proyek strategis, termasuk PT Krakatau POSCO di Cilegon dan kemitraan energi melalui konsorsium Pertamina Hulu Energi North East Java.

“Hal ini juga merupakan kesempatan bagi kami untuk memfokuskan sumber daya kami di lini bisnis saat ini dan menjajaki sektor lainnya yang berpotensi di Indonesia,” kata Bambang.

Sepanjang Januari–September 2025, penjualan naik 45% menjadi Rp3,29 triliun, sementara laba bersihnya melesat 236% menjadi Rp538,28 miliar.

Pada awal tahun ini, SGRO juga telah membagikan dividen tunai tahun buku 2024 sebesar Rp600,14 miliar atau Rp330 per saham.

Menyusul kabar transaksi itu, harga saham SGRO melesat 19,92% ke level Rp7.225 per lembar hingga pukul 10.25 WIB hari ini. Nilai total transaksi di saham SGRO telah mencapai Rp237 miliar sejak pembukaan perdagangan. (DH/KR)