Pelemahan dolar AS angkat peluang reli emas, menurut WGC
Selasa, 27 Januari 2026

JAKARTA – World Gold Council (WGC) menilai pelemahan yang terjadi pada mata uang dolar Amerika Serikat (AS), berpotensi memperpanjang reli harga emas dunia.
Sebelumnya harga emas telah naik lebih dari 8% pada pekan lalu, membuat reli kenaikan genap menjadi 4 pekan. Penguatan harga di pasar spot juga terus berlanjut dan menembus US$5.000 per troi ons pada Senin (26/1) kemarin.
Laporan terbaru WGC menyebut harga emas terus mencetak gap yang lebih tinggi, meskipun secara teknikal menunjukkan bahwa pasar menghadapi situasi overbought ekstrem.
“RSI Momentum untuk 9 minggu juga belum mengonfirmasi puncak harga, tren kenaikan sejauh ini belum melambat atau terhenti,” tulis WGC, dalam laporan tersebut.
Tinjauan teknikal WGJ juga menandai level US$4.987-5.000 sebagai batasan risiko atau support yang perlu diperhatikan, sedangkan area resisten berikutnya di level US$5.260-5.275.
Secara fundamental, WGC menilai dolar AS akan jadi salah satu penentu arah tren harga emas berikutnya. Sebagaimana terlihat saat DXY turun lebih dari 25% untuk tiga pekan kemarin, harga emas naik lebih dari 20%.
“Kami memperkirakan bahwa jika pelemahan dolar benar-benar terjadi atau berlanjut, kondisi tersebut akan terus menjadi faktor penopang harga emas,” jelas WGC.
Dalam laporan IDNFinancials.com akhir tahun lalu, WGC telah memaparkan proyeksi bullish terhadap emas dunia. Proyeksi ini sejalan dengan imbal hasil dari berbagai instrumen keuangan yang tertekan, serta meningkatnya ketegangan geopolitik, yang mendorong investor beralih ke aset safe-haven. (KR)