MSCI tahan rebalancing, RI terancam turun kelas ke frontier market

Rabu, 28 Januari 2026

image

JAKARTA – Morgan Stanley Capital International (MSCI) menahan sejumlah penyesuaian indeks saham Indonesia, menyusul kekhawatiran investor terhadap transparansi struktur kepemilikan saham dan kualitas data free float yang tersedia.

Dalam pengumuman yang disampaikan Selasa (27/1) malam, sebagian investor global mendukung laporan registrasi efek bulanan dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai acuan tambahan penghitungan free float.

Namun di sisi lain, MSCI juga menerima banyak masukan dari investor global yang keberatan dengan penggunaan data klasifikasi pemegang saham versi KSEI, “yang dinilai belum cukup andal untuk menopang penilaian free float dan kelayakan investasi secara konsisten.”

MSCI, yang menjadi penyedia indeks acuan keuangan global, mengakui bahwa data feed free float di Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mencatatkan perbaikan minor. Namun perubahan ini dinilai belum cukup mengatasi persoalan mendasar, terutama dalam kelayakan investasi di pasar saham Indonesia.

“Seiring rendahnya transparansi struktur kepemilikan saham serta kekhawatiran adanya potensi perilaku perdagangan terkoordinasi, yang dapat merusak pembentukan harga secara wajar,” imbuh MSCI.

Berdasarkan hasil penilaian itu, MSCI menangguhkan sejumlah perubahan terkait indeks untuk saham-saham Indonesia, untuk rebalancing periode Februari 2026.

Penangguhan ini membuat bobot Foreign Inclusion Factor (FIF) bagi saham Indonesia tak berubah, tidak ada saham Indonesia yang masuk ke MSCI Investable Market Indexes (IMI), dan tidak ada perubahan ukuran saham Indonesia dari Small Cap ke Standard.

“Kebijakan ini demi menekan index turnover dan risiko kelayakan investasi, sekaligus memberi waktu bagi otoritas pasar terkait untuk meningkatkan transparansi yang berarti,” ungkap MSCI.

Ke depan, MSCI akan menanti perubahan yang signifikan dari Indonesia hingga Mei 2026 dan tetap membuka masukan dari pelaku pasar.

Jika tak ada perubahan yang signifikan, bobot saham Indonesia dalam MSCI Emerging Markets Indexes akan diturunkan. Selain itu, MSCI juga membuka kemungkinan reklasifikasi status Indonesia dari emerging market menjadi frontier market.

“MSCI akan terus memantau perkembangan pasar Indonesia dan tetap berkonsultasi dengan pelaku pasar serta regulator, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI,” tutup MSCI. (KR)