MSCI ragu transparansi saham RI, IHSG ambles di pembukaan
Rabu, 28 Januari 2026

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menghadapi tekanan sentimen negatif menyusul keputusan terbaru Morgan Stanley Capital International (MSCI), yang menahan sejumlah penyesuaian untuk indeks saham Indonesia.
Pada pembukaan perdagangan hari ini, IHSG turun lebih dari 6% dan menyentuh level terendah di 8.349.
Riset analis CGS International Sekuritas Indonesia menilai sentimen global masih campuran. Kenaikan harga minyak mentah, emas, timah, serta CPO diperkirakan menjadi faktor positif. Namun aksi jual asing dan pengumuman terbaru MSCI dinilai jadi sentimen negatif bagi IHSG.
“IHSG diprediksi akan bergerak akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 8.880/8.780 dan resist 9.080/9.180,” tulis analis CGS International, dalam riset yang disampaikan sebelum pembukaan perdagangan.
Sementara itu analis Phintraco Sekuritas menilai keputusan terbaru MSCI akan memberi dampak langsung bagi saham-saham berkapitalisasi pasar jumbo.
“Kebijakan interim MSCI menciptakan tekanan sentimen jangka pendek bagi saham big caps Indonesia, terutama saham yang sangat bergantung pada aliran dana global,” tulis analis Phintraco.
Sementara itu riset BRI Danareksa Sekuritas mencatat tekanan jual investor asing terus berlangsung di pasar saham Indonesia, hingga mencapai Rp1,65 triliun pada perdagangan Selasa (27/1) kemarin.
Dalam sepekan, BRI Danareksa mencatat arus keluar modal asing dari pasar saham Indonesia telah mencapai Rp5,63 triliun.
“Dari sisi domestik, profit taking, minim katalis jangka pendek, pelemahan rupiah mendekati Rp17.000 per dolar AS, serta tekanan pada sektor perbankan turut membatasi ruang gerak indeks,” ungkap analis BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya hari ini.
Sementara indeks saham lain seperti LQ45 turun hampir 5% hingga pukul 9.11 WIB hari ini. (KR)