Layak operasi dan berlisensi, WIFI siap luncurkan Internet Rakyat
Rabu, 28 Januari 2026

JAKARTA – PT Telemedia Komunikasi Pratama (TKP), anak usaha PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge, mengantongi lisensi operasional untuk layanan Internet Rakyat (IRA) miliknya setelah lulus Uji Laik Operasi (ULO).
“Dengan capaian ini, layanan IRA dinyatakan siap untuk segera diluncurkan dan dioperasikan secara komersial,” tegas manajemen dalam siaran resminya, Selasa (27/1).
ULO ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari pemenangan tender atas pita frekuensi 1,4 GHz pada Oktober 2025 lalu untuk Regional I: Pulau Jawa, Papua, dan Maluku oleh TKP.
“Hasil uji kecepatan yang dilakukan menggunakan perangkat laptop maupun ponsel menunjukkan bahwa produk layanan IRA mampu melampaui standar kecepatan unduh minimum yang ditetapkan oleh Komdigi, yaitu up-to 100 Mbps,” tambah manajemen.
Setelah memenuhi seluruh persyaratan dan regulasi, layanan IRA resmi mendapat lisensi operasional. Dengan demikian, TKP dan Surge akan segera menghadirkan layanan Fixed Wireless Access (FWA) berbasis pita frekuensi 1,4 GHz pertama di dunia secara komersial.
Menurut Perseroan pita frekuensi 1,4 GHz menawarkan penetrasi indoor signal yang kuat, luas, dan stabil, serta efisiensi biaya dan jaringan yang optimal.
“Sehingga sangat ideal untuk memperluas akses internet terjangkau di daerah-daerah dengan tingkat densitas perumahan yang tinggi, khususnya di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur berbasis kabel,” jelas manajemen.
Sebagai catatan proyek internet murah IRA menjadi salah satu program unggulan WIFI sejak setahun terakhir, dan ditargetkan akan diluncurkan pada kuartal I 2026.
Berdasarkan data IDNFinancials.com, sepanjang semester II tahun 2025 lalu, WIFI memang sudah mengumumkan berbagai kerja sama dengan partner global untuk meluncurkan program internet murah dengan jaringan FWA 5G, mulai dari Qualcomm, Huawei, hingga Orex Sai. (ZH)