IHSG trading halt, dana asing Rp3,6 triliun tinggalkan bursa

Rabu, 28 Januari 2026

image

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 8% atau 718,44 poin ke level 8.261,79 setelah jeda perdagangan sesi pertama hari ini, memicu penghentian perdagangan sementara atau trading halt.

Sebelumnya IHSG dibuka di level 8.393, serta menyentuh level tertingginya di 8.596.

Total transaksi di seluruh pasar hingga pukul 13.50 WIB hari ini mencapai Rp31,92 triliun, melibatkan perdagangan 45,38 miliar lembar saham.

Di tengah penurunan indeks yang cukup tajam ini, investor asing mencatatkan penjualan bersih atau net sell senilai Rp3,6 triliun di sesi pertama. Sementara berdasarkan volume transaksi, asing mencatatkan net buy 624 juta lembar saham.

Sejumlah saham yang mencatat volume net sell asing terbesar pada sesi pertama yaitu PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), diikuti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Sentul City Tbk (BKSL), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).

Sementara saham-saham dengan volume net buy terbesar yaitu PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), disusul PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT Panin Financial Tbk (PNLF), serta PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO).

Berikut ini daftar 5 saham dengan net sell dan net buy terbesar dari investor asing pada perdagangan sesi pertama:

Top 5 Net Foreign Sell

  1. BBCA – 333.422.600
  2. BMRI – 200.257.100
  3. BKSL – 177.640.300
  4. BBRI – 145.346.100
  5. BRMS – 132.856.700

Top 5 Net Foreign Buy

  1. GOTO – 559.163.884
  2. LPKR – 155.791.600
  3. MBMA – 126.167.400
  4. PNLF – 65.292.700
  5. ADRO – 61.558.800

Dalam laporan IDNFinancials.com sebelumnya, MSCI telah mengumumkan tinjauan terbaru terkait metode penghitungan free float bagi saham-saham Indonesia. Tinjauan itu sebagai respons dari pelaku pasar atas konsentrasi kepemilikan di sejumlah saham Indonesia.

Sejumlah analis menilai pengumuman tersebut membuat kinerja IHSG tertekan sejak pembukaan perdagangan hari ini, serta membebani kinerja saham yang mengandalkan aliran dana investor global.

Di sisi lain, Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengeluarkan pernyataan resmi terkait pengumuman MSCI. Meski metode perhitungan free float di Indonesia saat ini belum sesuai ekspektasi MSCI, BEI mengaku akan terus meningkatkan kredibilitas pasar modal Indonesia agar tetap menarik bagi investor global. (KR)