Gubernur BI Perry Warjiyo: Bunga masih berpeluang turun
Rabu, 28 Januari 2026

JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 diperkirakan tetap mencapai target pemerintah sebesar 5,2% meskipun terdampak kerusakan akibat banjir besar pada akhir tahun lalu. Kinerja ekonomi bahkan dinilai menguat pada kuartal IV, seiring perbaikan aktivitas domestik.
Dikutip reuters, target pertumbuhan 2026 sebesar 5,4% juga dipertahankan untuk ekonomi nasional yang bernilai sekitar US$1,4 triliun. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan proyeksi tersebut dalam pertemuan dewan stabilitas sistem keuangan, menegaskan optimisme pemerintah terhadap pemulihan serta momentum ekspansi ekonomi.
Dari sisi moneter, Bank Indonesia membuka peluang pelonggaran suku bunga guna menopang pertumbuhan. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan bank sentral masih mencermati ruang penurunan suku bunga setelah sebelumnya menahan suku bunga demi menjaga stabilitas rupiah yang sempat melemah. “Dalam merumuskan kebijakan moneter, kami akan selalu memperhatikan data inflasi, nilai tukar, dan pertumbuhan ekonomi,” ujar Warjiyo.
Saat ini BI mempertahankan suku bunga acuan 7-day reverse repo rate di level 4,75%, tidak berubah sejak September, setelah memangkas total 150 basis poin dalam setahun terakhir. Bank sentral juga menegaskan komitmennya menjaga kestabilan rupiah melalui intervensi pasar, dengan proyeksi nilai tukar akan stabil dan cenderung menguat.(DH)