Induk EDGE investasi US$4,5 miliar bangun data centre di Bekasi
Rabu, 28 Januari 2026

JAKARTA - Digital Edge, perusahaan infrastruktur digital asal Asia dan induk PT Indointernet Tbk (EDGE), akan menanamkan investasi US$4,5 miliar untuk membangun salah satu kampus pusat data terbesar di Indonesia di Bekasi.
Dalam pernyataan pada Rabu (28/1), Digital Edge menyampaikan bahwa Kampus CGK, proyek hyperscale data centre baru tersebut, didesain untuk siap mendukung kecerdasan buatan dengan kapasitas IT hingga 500 megawatt.
Mengutip Bloomberg.com, Rabu (28/1), Kampus CGK ini juga memiliki potensi peningkatan kapasitas menjadi 1 gigawatt (GW).
Kampus tersebut akan berlokasi di Bekasi, sekitar 40 kilometer dari fasilitas Digital Edge di kawasan Kuningan, Jakarta.
Pembangunan Kampus CGK akan dilakukan dalam beberapa tahap, dengan tahap pertama difokuskan untuk membangun tiga gedung.
Gedung pertama dijadwalkan mulai beroperasi pada kuartal IV 2026, sementara gedung kedua dan ketiga ditargetkan siap pada paruh pertama tahun depan (Q1 2027).
“Kampus CGK merupakan tonggak penting dalam strategi APAC kami sekaligus investasi infrastruktur terbesar yang pernah kami lakukan,” ujar Chief Executive Officer (CEO) Digital Edge John Freeman.
Kampus pusat data ini akan didukung oleh aset jaringan dan serat optik milik Indonet, yang diketahui sebagai salah satu lini bisnis EDGE.
Menurut CEO Digital Edge Indonesia Stephanus Oscar, ekonomi digital Indonesia berkembang lebih pesat dari kapabilitas infrastruktur yang tersedia.
Oleh karena itu, kampus baru ini akan membantu memenuhi kebutuhan tersebut dengan menyediakan “kapasitas 500 MW yang berkelanjutan, bersifat carrier-neutral, yang dibangun untuk hyperscale dan penerapan AI.”
Saat ini, Digital Edge menyediakan layanan pusat data dan serat optik di sembilan negara di kawasan Asia Pasifik, dengan total kapasitas daya IT lebih dari 1,4 gigawatt, termasuk di Indonesia melalui EDGE dan Digital Edge Indonesia.
Di Jakarta, EDGE memiliki dua fasilitas data centre, yang disebut EDGE1 dan EDGE2, dengan total kapasitas 4.600 rak dan 29 MW. (DK)