Saham-saham MSCI Indonesia ambles, IHSG terjun 7,35%
Rabu, 28 Januari 2026

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 7,35% atau 659,67 poin hingga penutupan perdagangan dan bertahan di level 8.320,56.
Indeks sebelumnya sempat turun lebih dari 8% pada perdagangan sesi kedua hari ini, memicu penghentian perdagangan atau trading halt selama 30 menit.
Total transaksi di seluruh pasar mencapai Rp45,5 triliun, serta melibatkan 60,85 miliar lembar saham hingga penutupan perdagangan.
Sejumlah analis menyebut tekanan jual di pasar saham Indonesia hari ini, sebagai respons pelaku pasar atas pengumuman terbaru MSCI. Pengelola indeks global ini telah menahan rebalancing untuk indeks saham Indonesia, lantaran kurangnya transparansi terhadap komposisi kepemilikan saham.
“Investor global masih melihat masalah mendasar terkait dengan tingginya konsentrasi kepemilikan serta indikasi potensi perdagangan terkoordinasi,” ungkap analis Phintraco Sekuritas, dalam catatan yang disampaikan usai penutupan perdagangan hari ini.
Seperti disampaikan IDNFinancials.com sebelumnya, MSCI memberikan tenggat waktu bagi regulator pasar modal Indonesia untuk meningkatkan aturan free-float, paling lambat hingga Mei. Terkait hal ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) akan terus berkoordinasi dengan MSCI.
Menurut pantauan IDNFinancials.com, sejumlah saham yang masuk dalam daftar MSCI Indonesia Index (USD) mendapat tekanan jual signifikan.
Harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), yang mendapat bobot terbesar di indeks ini, turun 6,33% atau 475 poin. Berikutnya disusul oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang mencatat penurunan harga masing-masing 6,02% dan 5,20%.
Selain itu, saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) juga terpantau turun 11,93%, PT Astra International Tbk (ASII) turun 1,98%, dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) ambles 15% menyentuh batas Auto Reject Bawah (ARB).
Hingga Desember 2025 lalu, MSCI Indonesia Index (USD) mencatat kinerja negatif dengan penurunan 2,75% untuk setahun terakhir. Namun dalam tiga bulan terakhir, indeks yang menghimpun 18 saham asal Indonesia ini naik 4,62%.
Sementara di kawasan Asia, mayoritas indeks saham mencatat kinerja positif pada perdagangan hari ini. Indeks Hang Seng naik 2,58%, KOSPI naik 1,69%, dan KLCI Malaysia naik 1,56%. (KR)