NSSS tak lagi dipantau bursa, SOTS mulai diperdagangkan di FCA

Rabu, 28 Januari 2026

image

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan pencabutan saham PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) dari daftar ekuitas dalam pemantauan khusus mulai Kamis (29/1) besok.

Saham NSSS menjadi salah satu saham dalam pemantauan khusus dengan mekanisme perdagangan Full Call Auction (FCA) sejak Selasa (20/1), setelah BEI mengangkat suspensi perdagangan sahamnya.

Namun, sejak masuk kategori tersebut, saham sawit ini konsisten menyentuh batas atas kenaikan harga per hari di papan FCA, sekitar 10%, kecuali pada penutupan hari ini, Rabu (27/1), seiring dengan IHSG yang ambles 7,35%.

Saham industri sawit ini bahkan berhasil menjadi penopang IHSG pekan lalu (19-23/1), di tengah pelemahan hingga 1,4%, memberikan kontribusi 10,6 poin.

NSSS, seperti yang diberitakan IDNFinancials.com, telah merombak jajaran komisarisnya pada Rabu (21/1) pekan lalu.

Dudung Abdurachman, mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat yang kini menjabat posisi Penasihat Khusus Bidang Pertahanan Nasional untuk Presiden Prabowo, kini menempati posisi komisaris independen.

Di sisi lain, dua saham yang tengah disuspensi bursa, PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) dan PT Ifishdeco Tbk (IFSH), akan mulai diperdagangkan di papan FCA mulai Kamis (29/1) besok, setelah perdagangan sahamnya disuspensi BEI.

Perdagangan saham SOTS telah dihentikan sementara oleh BEI sejak 15 Januari, setelah harga sahamnya meroket hingga 1.303,63% dan mencetak 16 kali ARA sejak 5 Desember 2025 lalu.

Saham SOTS juga pernah berada dalam pemantauan BEI pada 29 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026.

Lonjakan saham ini seiring dengan rencana pengelola Hotel Sotis ini mengambil alih pengelola Desa Kitsune di Bali, PT Dwimukti Graha Kencana, serta rencana rights issue untuk melancarkan akuisisi tersebut.

Sementara itu, saham IFSH tercatat melonjak 165,82% sejak awal tahun, dan telah disuspensi BEI sejak 14 Januari. (ZH)