Capai target 2025, MEDC sasar produksi 170 juta barel per hari di 2026
Rabu, 28 Januari 2026

JAKARTA – PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menargetkan produksi migas sekitar 165-170 juta barel setara minyak per hari (mboepd) pada tahun 2026, yang merupakan tingkat produksi tertinggi sepanjang sejarah Perseroan.
Berdasarkan siaran resmi Perseroan, produksi migas MEDC tahun 2025 mencapai 156 mboepd, sesuai dengan panduan awal tahun.
“Didukung oleh proyek-proyek baru di Blok B Natuna serta peningkatan kepemilikan operasi di PSC Corridor menjadi 70%,” ujar manajemen dalam keterangan resmi, Rabu (28/1).
Peningkatan kinerja operasional ini akan didukung oleh cadangan dan sumber daya Perseroan, yang terdiri dari
Sebagai catatan, harga minyak mentah (crude oil) WTI sepanjang tahun 2025 bergerak di kisaran US$55 – US$73. Hari ini, Rabu (28/1), WTI naik ke level US$62,51, sedangkan harga minyak Brent merosot ke US$67,2.
Sementara itu, harga gas alam bergerak di kisaran US$2,7 – US$5,5 pada tahun 2025, namun bergerak melemah ke level US$3,7 hari ini.
Sebagai perusahaan energi, MEDC juga melaporkan penjualan listrik pada tahun 2025 mencapai total 4.371 GWh, dengan pertumbuhan energi terbarukan dari PLTP Ijen dan PLTS Bali Timur—yang diresmikan pada akhir Juni lalu—mencapai 25%.
Untuk tahun 2026, Perseroan menargetkan penjualan listrik sebesar 4.550 GWh, dengan kontribusi energi terbarukan sebesar 24%.
Meski telah mengungkapkan laporan kinerja operasional, laporan keuangan tahunan MEDC baru akan diterbitkan sesuai dengan waktu pelaporan pada akhir Maret 2026.
“Memasuki tahun 2026, kami tetap fokus untuk terus menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan melalui pertumbuhan, keunggulan operasional, serta disiplin dalam pengelolaan modal,” tutup Roberto Lorato, CEO MEDC. (ZH)