MBS: Arab Saudi hormati kedaulatan Iran

Rabu, 28 Januari 2026

image

JAKARTA – Di tengah eskalasi militer Amerika Serikat di Timur Tengah, Arab Saudi mengambil langkah tegas untuk meredam potensi perang.

Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) secara pribadi menjamin kepada Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, bahwa Kerajaan tidak akan mengizinkan wilayah darat maupun ruang udaranya digunakan sebagai landasan operasi militer terhadap Teheran.

Jaminan ini disampaikan melalui sambungan telepon pada hari Selasa, saat kapal induk USS Abraham Lincoln dilaporkan telah tiba di kawasan tersebut.

Dikutip dari Al Jazeera (27/1/2026), kantor berita resmi Saudi Press Agency (SPA) mengonfirmasi bahwa MBS menekankan posisi Riyadh yang menghormati kedaulatan Iran.

"Kerajaan tidak akan membiarkan ruang udara atau wilayahnya digunakan untuk tindakan militer apa pun terhadap Iran atau serangan dari pihak mana pun, terlepas dari asal usulnya," tulis laporan tersebut.

Presiden Pezeshkian menyambut baik komitmen tersebut dan mengecam ancaman AS sebagai upaya yang hanya akan menciptakan "ketidakstabilan regional" dan mengganggu keamanan demi kepentingan pihak luar.

Percakapan tingkat tinggi ini terjadi bersamaan dengan pidato Presiden AS Donald Trump di Iowa. Trump kembali mengancam Iran menyusul crackdown mematikan terhadap protes anti-pemerintah yang menewaskan ribuan orang.

Trump membanggakan "armada indah" (beautiful armada) yang sedang berlayar menuju Iran dan mendesak Teheran untuk menyerah pada tuntutan AS.

"Saya harap mereka membuat kesepakatan. Mereka seharusnya membuat kesepakatan saat pertama kali," ujar Trump, merujuk pada serangan AS dan Israel terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni 2025.

Merespons ancaman tersebut, pejabat angkatan laut Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), Mohammad Akbarzadeh, mengeluarkan peringatan keras kepada negara-negara tetangga.

Ia menegaskan bahwa meskipun tetangga adalah teman, status mereka akan berubah menjadi "musuh" (hostile) jika tanah, langit, atau perairan mereka dipinjamkan untuk menyerang Iran.

Ketegangan ini memicu kekhawatiran akan terulangnya konflik terbuka, mengingat perundingan nuklir pasca-perang 2025 hingga kini masih macet total. (SF)

Baca Juga:

1. MBS tak izinkan Amerika pakai wilayah Arab Saudi untuk serang Iran

2. Uni Emirat Arab tolak terlibat serangan Amerika ke Iran