BNGA jajaki IPO CIMB Niaga Syariah setelah spin-off

Kamis, 29 Januari 2026

image

JAKARTA - PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA)  tengah menjajaki kemungkinan penawaran umum perdana (IPO) atas unit perbankan syariahnya setelah entitas tersebut resmi beroperasi sebagai perusahaan mandiri.

Berdasarkan sumber yang mengetahui rencana tersebut,dikutip dari Reuters, pencatatan saham berpotensi dilakukan paling cepat pada 2028, tergantung kondisi pasar dan kesiapan bisnis.

Unit usaha tersebut, CIMB Niaga Syariah, dijadwalkan mulai beroperasi secara independen pada Mei 2026. IPO baru akan dipertimbangkan setelah unit syariah membangun rekam jejak sebagai entitas terpisah, termasuk memiliki laporan keuangan yang telah diaudit.

Pada saat potensi IPO, nilai CIMB Niaga Syariah diperkirakan dapat mencapai sekitar US$1 miliar, bergantung pada kinerja dan situasi pasar. Meski demikian, ukuran penawaran masih belum ditentukan karena pembahasan masih berada pada tahap awal.

Dana hasil IPO nantinya diperkirakan akan digunakan untuk memperkuat permodalan serta mendukung ekspansi bisnis dan investasi digital pada unit syariah. Namun, waktu dan skala penawaran tetap bergantung pada proses regulasi dan dinamika pasar ke depan.

Menanggapi kabar tersebut, CIMB Niaga menegaskan bahwa perseroan saat ini masih berfokus pada penguatan bisnis inti.

“Di CIMB Niaga dan CIMB Niaga Syariah, fokus kami tetap pada upaya memajukan nasabah dan masyarakat dengan menghadirkan nilai berkelanjutan bagi nasabah, pemangku kepentingan, dan komunitas yang kami layani, sembari terus memperkuat bisnis inti, meningkatkan pengalaman nasabah, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan bertanggung jawab di seluruh Indonesia,” kata CIMB Niaga dalam pernyataan tertulis kepada Reuters.

Rencana IPO ini sejalan dengan upaya CIMB Niaga memanfaatkan pertumbuhan pasar keuangan syariah di Indonesia, negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mendorong konsolidasi dan peningkatan skala perbankan syariah melalui roadmap perbankan syariah 2023–2027.

Sebagai salah satu bank swasta terbesar di Indonesia, CIMB Niaga terus mencatat pertumbuhan pada bisnis syariahnya. Pada 2024, aset CIMB Niaga Syariah meningkat 7,6% menjadi Rp67,5 triliun, sementara penyaluran pembiayaan tumbuh 9,1% menjadi Rp60,3 triliun, berdasarkan laporan tahunan perseroan.(DH)