Risiko pelemahan IHSG berlanjut usai trading halt
Kamis, 29 Januari 2026

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menghadapi potensi koreksi lanjutan setelah sempat turun lebih dari 8% pada perdagangan Rabu (28/1) kemarin, serta memicu penghentian sementara perdagangan atau trading halt selama 30 menit.
Laporan IDNFinancials.com sebelumnya mencatat IHSG ditutup turun 7,35% di akhir perdagangan dan bertahan di 8.320,56 setelah kehilangan 659,67 poin.
Sejumlah analis menilai penurunan tajam ini sebagai reaksi pasar atas pengumuman terbaru MSCI, yang menahan sementara rebalancing saham-saham Indonesia. Investor asing pun mencatatkan net sell atau penjualan bersih Rp6,17 triliun.
Analis Phintraco Sekuritas menilai regulator pasar modal Indonesia memang telah merespons pengumuman MSCI. Namun dampak dari tekanan ini, dinilai akan bergantung pada tindak lanjut dari regulator untuk membenahi isu transparansi dan free float hingga Mei mendatang.
“Secara teknikal, IHSG berpotensi menguji level 8.250/8.000. Waspadai jika IHSG menembus level psikologis 8000, berpotensi dapat menguji level 7.850,” ungkap analis Phintraco, dalam catatan yang disampaikan hari ini.
Senada dengan pandangan tersebut, analis BRI Danareksa Sekuritas juga menilai IHSG masih berisiko melanjutkan pelemahan, dengan area support penting di 8.200–8.210.
“Investor disarankan menunggu konfirmasi stabilisasi atau meredanya tekanan jual,” jelas analis BRI Danareksa.
Sementara itu CGS International Sekuritas Indonesia menilai penguatan indeks Wall Street dan mayoritas komoditas inti, menjadi sentimen positif di pasar. Namun IHSG diprediksi bergerak variatif dan cenderung melemah, dengan kisaran support 8.180/8.040 dan resist 8.460/8.600 pada perdagangan hari ini. (KR)