Harga emas dunia cetak rekor lagi, mendekati US$5.600 per troi ons
Kamis, 29 Januari 2026

JAKARTA – Harga emas global melanjutkan penguatan dan kembali menorehkan rekor tertinggi sepanjang masa pada Kamis (29/1) pagi, dengan pergerakan mendekati US$5.600 per troi ons.
Penguatan ini didorong lonjakan minat investor terhadap aset aman di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik serta ketidakpastian ekonomi dunia.
Pada perdagangan pagi, harga emas tercatat naik 1,52% ke posisi US$5.500 per troi ons.
Sebelumnya, logam mulia ini sempat menyentuh rekor intraday di level US$5.595,41 per troi ons. Sepanjang pekan berjalan, harga emas telah melesat lebih dari 10% dan untuk pertama kalinya menembus batas psikologis US$5.000 per troi ons di awal pekan.
Mengutip Reuters, analis OCBC menilai reli emas saat ini mencerminkan perubahan struktural dalam persepsi investor terhadap logam mulia.
Tingginya beban utang pemerintah, eskalasi risiko geopolitik, serta ketidakpastian kebijakan global membuat emas kian diposisikan sebagai aset penyimpan nilai yang netral dan dapat diandalkan.
“Emas tidak lagi sekadar lindung nilai krisis atau inflasi. Kini, emas semakin dipandang sebagai aset penyimpan nilai yang stabil dan mampu memberikan diversifikasi portofolio di berbagai kondisi makroekonomi,” tulis analis OCBC dalam risetnya.
Penguatan harga emas juga ditopang permintaan safe haven yang solid, aksi beli agresif bank sentral, serta tekanan pada dolar Amerika Serikat.
Meski demikian, analis IG Tony Sycamore mengingatkan potensi koreksi jangka pendek masih terbuka.
Namun ia menilai fundamental pasar emas tetap kuat sepanjang 2026, sehingga pelemahan harga berpeluang dimanfaatkan sebagai momentum akumulasi.
Dari sisi geopolitik, tensi global kembali meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak Iran untuk kembali berunding terkait program nuklirnya.
Trump memperingatkan potensi serangan AS berikutnya akan jauh lebih keras, sementara Iran membalas dengan ancaman terhadap AS, Israel, dan sekutu-sekutunya.
Sementara dari kebijakan moneter, The Federal Reserve memutuskan menahan suku bunga acuan pada Rabu, sejalan dengan ekspektasi pasar.
Ketua The Fed Jerome Powell menyatakan inflasi Desember masih berada di atas target bank sentral sebesar 2%. (DK)