KRAS garap hulu baja usai diguyur modal Danantara

Kamis, 29 Januari 2026

image

JAKARTA - PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) memperluas bisnis ke segmen hulu industri baja, setelah memperoleh dukungan pendanaan dari Danantara untuk memperbaiki keuangan perusahaan.

Chief Operating Officer BPI Danantara, Dony Oskaria, menyampaikan proyek pengembangan baja di segmen hulu ditargetkan mulai berjalan tahun ini, seperti dikutip dikutip Bloomberg Technoz.

Danantara terlibat langsung dalam penyehatan KRAS, mulai dari restrukturisasi utang hingga upaya menurunkan biaya operasional. Namun Danantara menegaskan suntikan modal diberikan hanya jika KRAS mencatatkan margin positif.

“Kalau kita memberikan equity injection pada saat perusahaannya belum sampai di titik kontribusi margin positif, itu sama saja menggarami laut. Uangnya akan habis untuk operasional,” ujar Dony di Jakarta, Rabu (28/1/).

Selain pembenahan keuangan, Danantara mendorong KRAS kembali masuk ke segmen hulu, agar memiliki struktur bisnis yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Integrasi ini ditargetkan rampung tahun ini.

Untuk mendukung restrukturisasi, KRAS memperoleh fasilitas pinjaman pemegang saham (shareholder loan) dari Danantara dengan nilai maksimal Rp4,93 triliun. Fasilitas ini dijamin dengan aset senilai Rp13,94 triliun, atau lebih dari 50% total kekayaan bersih KRAS.

Berdasarkan keterbukaan informasi, penjaminan aset dilakukan pada 8 Januari 2026, serta telah mendapat persetujuan pemegang saham dalam RUPS pada 23 Desember 2025.

Penjaminan mencakup jaminan fidusia atas persediaan dan piutang usaha, gadai rekening, serta hak tanggungan atas sejumlah aset.

Fasilitas shareholder loan itu terdiri atas pinjaman modal kerja Rp4,18 triliun, dengan tenor minimal lima tahun dan pinjaman Rp752,8 miliar dan jangka waktu minimal enam tahun. (DH/KR)