Melambat di kuartal III, DEWA masih catat laba bersih naik 519,3%
Kamis, 29 Januari 2026

JAKARTA – PT Darma Henwa Tbk (DEWA), entitas terafiliasi Grup Bakrie di bidang jasa pertambangan, membukukan laba bersih melonjak 519,27% secara tahunan pada akhir September 2025 menjadi Rp239,14 miliar.
Namun, berdasarkan data IDNFinancials.com, meskipun pertumbuhan tersebut tampak signifikan secara tahunan, DEWA mengalami perlambatan pada laba bersihnya secara kuartalan.
Laba bersih Perseroan untuk kuartal III 2025 turun 28,2% menjadi hanya Rp71,15 miliar dari Rp99,11 miliar yang tercatat pada kuartal II 2025.
Padahal, pendapatan DEWA di kuartal III 2025 naik tipis menjadi Rp1,54 triliun.
Namun, secara total, DEWA membukukan pendapatan Rp4,65 triliun sepanjang sembilan bulan pertama (9M) tahun 2025 lalu, tumbuh 2,80%.
Dua kontributor utama pendapatan DEWA merupakan entitas terafiliasinya sendiri, yaitu anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI) — PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT Arutmin Indonesia (Arutmin).
“Total pendapatan dari pihak berelasi sebesar Rp4,45 triliun atau mencerminkan 95,60% dari total pendapatan untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2025,” ujar manajemen DEWA.
Melihat pertumbuhan laba yang pesat — naik hingga 6,2 kali lipat secara tahunan — margin laba bersih DEWA juga melonjak signifikan pada akhir September 2025, dari 0,85% menjadi 5,14%.
Seperti yang diberitakan IDNFinancials.com sebelumnya, DEWA baru menerima peringkat “idA” dari Pefindo untuk obligasi, bahkan dapat ditingkatkan jika margin Perseroan konsisten bertumbuh.
Sebagai catatan, hingga akhir September 2025, DEWA mencatatkan total aset Rp10,83 triliun, dengan kas dan setara kas Rp1,17 triliun dan ekuitas Rp4,68 triliun. (ZH)