Asing jual big banks, GOTO dan INET puncaki net buy sesi I

Kamis, 29 Januari 2026

image

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami trading halt 30 menit setelah pembukaan perdagangan hari ini, Kamis (29/1), dan menutup sesi I di level 7.828,47 setelah ambruk 5,91%.

Analis Ina Sekuritas menyampaikan bahwa tekanan pada IHSG ini dipicu oleh berbagai sentimen negatif dari global.

Misalnya, pembekuan rebalancing indeks MSCI Indonesia, kekhawatiran downgrade dari Emerging ke Frontier Market akibat isu free float, serta penurunan peringkat Indonesia menjadi underweight oleh Goldman Sachs yang memicu jual asing.

Sejalan dengan itu, data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa aliran modal asing keluar masih mendominasi pasar saham hingga akhir sesi I, dengan catatan net sell Rp3,15 triliun.

Berdasarkan volume, asing tampak banyak melego berbagai saham-saham blue-chip, termasuk tiga dari empat bank besar – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI).

Selain itu, saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), meski di tengah reli emas, serta PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) juga tampak banyak dilepas asing.

Sebaliknya, saham-saham yang justru banyak diburu asing mencakup PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL), PT Central Proteina Prima Tbk (CPRO), dan PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP).

Berikut 5 top net buy dan net sell berdasarkan volume hingga akhir sesi I perdagangan hari ini, Kamis (29/1).

Top Net Buy

  1. GOTO – 960,98 juta lembar
  2. INET – 148,09 juta lembar
  3. BULL – 129,98 juta lembar
  4. CPRO – 121,80 juta lembar
  5. BBKP – 97,91 juta lembar

Top Net Sell

  1. BBCA – 324,19 juta lembar
  2. BMRI – 160,51 juta lembar
  3. ANTM – 84,39 juta lembar
  4. BBNI – 54,75 juta lembar
  5. ENRG – 51,42 juta lembar

(ZH)