LQ45 dorong pemulihan, IHSG bangkit dari koreksi 10%
Kamis, 29 Januari 2026

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tutup di level 8.232,20 pada perdagangan hari ini, turun 88,35 poin atau 1,06%.
Pada pembukaan perdagangan, IHSG sempat turun 8% dan memicu penghentian perdagangan sementara atau trading halt pada pukul 9.25 WIB.
Penurunan terus berlanjut setelah perdagangan dibuka, membuat IHSG menyentuh level terendah di 7,481,99 atau turun lebih dari 10%.
Transaksi di seluruh pasar mencapai Rp68,18 triliun, menjadi nilai transaksi harian tertinggi sepanjang sejarah Bursa Efek Indonesia (BEI). Sementara volume perdagangan saham mencapai 99,1 miliar lembar.
Mayoritas indeks saham juga terkoreksi, dengan penurunan pada JII (Jakarta Islamic Index) 2,55%, ISSI (Indonesia Sharia Stock Index) turun 3,11%, dan IDXBUMN20 melemah 0,04%.
Sedangkan indeks LQ45, yang berisi 45 saham paling likuid, menguat 0,06%.
Sejumlah saham dengan kapitalisasi pasar terbesar di dalam jajaran LQ45 yang mencatat kenaikan harga adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).
Harga saham BBCA naik 2,49%, BBRI naik 5,29%, AMMN naik 2,14%, dan BMRI naik 1,54%.
Sebagai catatan, indeks LQ45 dan IHSG mulai terpantau pulih menjelang penutupan perdagangan sesi kedua hari ini, menyusul rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang merombak sejumlah aturan untuk meningkatkan transparansi pasar modal.
Laporan IDNFinancials.com sebelumnya menyebut tekanan pada IHSG hari ini, sebagai dampak dari berbagai sentimen negatif seperti pembekuan rebalancing indeks MSCI Indonesia, serta penurunan peringkat saham Indonesia dari Goldman Sachs dan UBS. (KR)