Hadapi aksi jual, BBNI siap buyback saham Rp1,5 triliun
Jumat, 30 Januari 2026

JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menyiapkan aksi pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai maksimal Rp1,5 triliun.
Manajemen BBBNI akan meminta persetujuan pemegang saham terkait aksi korporasi ini, dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan pada 9 Maret 2026. Jika disetujui, buyback akan ditargetkan rampung paling lambat 12 bulan setelah persetujuan RUPS.
Dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis (30/01), manajemen menjelaskan keputusan ini diambil di tengah tekanan sepanjang 2025 pada saham perbankan, akibat gejolak eksternal dan domestik.
“Kinerja saham BNI sendiri tercatat hanya naik tipis, disebutkan, per 31 Desember 2025, harga saham BNI hanya naik 0,5% (nol koma lima persen) secara tahunan,” ujar manajemen BBNI.
Di satu sisi, manajemen BBNI menilai harga saham saat ini belum sepenuhnya mencerminkan fundamental bisnis perusahaan, yang dinilai tetap solid.
Manajemen menegaskan, buyback saham bertujuan mengurangi tekanan jual di pasar saat indeks harga saham sedang berfluktuasi, sekaligus memberi indikasi kepada investor bahwa harga saham saat ini tidak mencerminkan fundamental perusahaan.
“Pelaksanaan buyback tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kegiatan usaha Perseroan, mengingat perseroan memiliki modal dan cash flow yang cukup,” tegas manajemen BBNI.
Menurut data IDNFinancials.com, aksi jual investor asing di saham BBNI telah mencapai Rp458 miliar sejak awal pekan ini di pasar reguler. Namun harga saham BBNI telah mencatat kenaikan 1,14% sejak awal tahun ini, serta tutup di level Rp4.420 per lembar pada perdagangan Kamis (30/1) kemarin. (DH/KR)