Indikator SuperTrend sinyal bearish, bitcoin berpotensi turun tajam?
Kamis, 20 November 2025

JAKARTA – Sinyal bearish dari indikator SuperTrend pada Bitcoin (BTC) memproyeksikan potensi penurunan harga yang signifikan, diperkuat oleh Crypto Fear and Greed Index yang kini berada pada level “ketakutan ekstrem.”
Indikator SuperTrend adalah alat analisis teknikal yang bekerja mirip moving average, tetapi menggunakan Average True Range (ATR) untuk mengukur dan mengonfirmasi tren pasar. Ketika SuperTrend berubah warna dari hijau menjadi merah dan bergerak di atas harga penutupan, hal ini menandakan sinyal jual (sell signal) atau awal fase pasar bearish.
Seperti dikutip Cointelegraph pada Kamis (20/11/2025), pada grafik mingguan BTC yang saat ini diperdagangkan di kisaran US$92.360, SuperTrend memunculkan sinyal jual. Sinyal ini semakin kuat karena BTC/USD menutup pekan lalu di bawah Moving Average (MA) 50 minggu, pola yang historis sering menandai berakhirnya bull market. Dua contoh sebelumnya pada 2018 dan 2022 menghasilkan koreksi sebesar 84% dan 77%.
“Indikator SuperTrend mingguan telah berbalik merah untuk pertama kali sejak Januari 2023,” ujar analis Bitcoinsensus di platform X. “Meski tidak pasti, ini menjadi tanda awal pasar bearish.”
Jika pola historis kembali berulang, harga BTC berpotensi turun menuju US$75.000, diperparah oleh menurunnya permintaan institusional dan berlanjutnya arus keluar dari ETF Bitcoin spot di AS.
Sementara itu, Crypto Fear and Greed Index turun ke level 11, zona extreme fear, terendah sejak Februari. Analisis historis menunjukkan dua kemungkinan skenario:
Penurunan Lanjutan Sebelum Rekor Baru Pada 2021, indeks bergerak di zona fear hingga extreme fear sepanjang Mei–Juli. Harga BTC sempat turun 40% sebelum akhirnya melesat ke rekor tertinggi US$69.000. “Masih ada peluang tekanan jangka pendek, namun pembalikan bisa muncul dalam 2–3 minggu ke depan,” kata analis Milk Road.
Memasuki Bear Market Penuh Skenario lainnya adalah awal bear market penuh seperti pada Mei 2022, saat indeks bertahan di zona extreme fear berbulan-bulan. Fase tersebut menekan BTC dari US$69.000 ke sekitar US$15.000, menjadi periode paling brutal tahun itu. (DK)