DSSA siapkan stock split 1:25 agar saham terjangkau
Jumat, 30 Januari 2026

JAKARTA - Emiten Grup Sinar Mas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), berencana melakukan pemecahan saham (stock split) dengan rasio 1:25.
DSSA akan meminta persetujuan pemegang saham untuk melaksanakan aksi korporasi itu, melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 11 Maret 2026.
Berdasarkan keterangan resmi yang disampaikan Jumat (30/1), manajemen DSSA menyatakan rencana stock split ini didasari kondisi harga saham perusahaan yang relatif tinggi.
Akibatnya, pembelian satu lot saham DSSA hanya bisa dijangkau oleh sebagian kecil investor, sehingga transaksi atau likuiditas sahamnya di bursa cenderung terbatas.
Melalui aksi ini, DSSA berharap harga sahamnya menjadi lebih terjangkau dan mampu menarik minat lebih banyak investor.
Selain itu, DSSA juga berharap stock split akan meningkatkan jumlah pemegang saham dan volume transakasi.
Setelah stock split ini, jumlah saham beredar DSSA akan meningkat dari sekitar 7,7 miliar menjadi sekitar 192,6 miliar lembar.
Sementara itu, nilai nominal saham akan turun dari Rp25 menjadi Rp1 per lembar.
"Pelaksanaan stock split tidak akan mengubah hak atau nilai kepemilikan saham yang dimiliki oleh pemegang saham. Jumlah dan harga saham akan disesuaikan secara proporsional sesuai rasio stock split," ungkap manajemen DSSA.
DSSA telah memperoleh persetujuan prinsip dari Bursa Efek Indonesia (BEI) atas rencana stock split tersebut pada 20 Januari 2026.
Saham DSSA akan diperdagangkan dengan nilai nominal baru mulai pada 7 April 2026, jika proses stock split berjalan sesuai rencana. (DK/KR)