Defisit perdagangan Amerika melonjak 94,6%, terbesar dalam 34 tahun

Jumat, 30 Januari 2026

image

JAKARTA - Defisit perdagangan Amerika Serikat melonjak tajam pada November 2025, mencatat pelebaran terbesar dalam hampir 34 tahun, dipicu lonjakan impor barang modal yang didorong gelombang investasi kecerdasan buatan (AI).

Dikutip reuters, departemen perdagangan AS melaporkan kesenjangan perdagangan naik 94,6% menjadi US$56,8 miliar. Kenaikan ini menjadi yang terbesar sejak Maret 1992 dan jauh melampaui proyeksi ekonom yang sebelumnya memperkirakan defisit hanya sekitar US$40,5 miliar.

Lonjakan terutama berasal dari sisi impor. Total impor meningkat 5,0% menjadi US$348,9 miliar, dengan impor barang naik 6,6% ke US$272,5 miliar. Impor barang modal melonjak US$7,4 miliar ke rekor tertinggi, didorong pembelian komputer dan semikonduktor seiring ekspansi investasi teknologi dan AI.

Selain itu, impor barang konsumsi juga naik signifikan, terutama produk farmasi. Namun, impor bahan baku industri justru menurun.

Di sisi lain, kinerja ekspor melemah. Ekspor turun 3,6% menjadi US$292,1 miliar, sementara ekspor barang anjlok 5,6%. Penurunan dipicu merosotnya pengiriman bahan industri, logam mulia, serta minyak mentah.

Akibatnya, defisit perdagangan barang melebar 47,3% menjadi US$86,9 miliar. Meski ekspor jasa mencetak rekor tertinggi, hal itu belum mampu menutup tekanan dari perdagangan barang.

Pelebaran defisit ini berpotensi menekan kontribusi sektor perdagangan terhadap pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal IV-2025. Padahal, perdagangan sebelumnya menjadi salah satu penopang pertumbuhan pada kuartal kedua dan ketiga.

Federal Reserve Atlanta memperkirakan ekonomi AS masih tumbuh 5,4% secara tahunan pada kuartal akhir tahun. Namun, sejumlah bank investasi besar di Wall Street memproyeksikan laju pertumbuhan lebih moderat, bahkan di bawah 3%. (DH)

Baca Juga: Surplus perdagangan China tembus US$1 triliun, bagaimana tanggapan ekonom Amerika?