ENRG terbitkan obligasi Rp1,15 triliun, untuk apa?
Jumat, 30 Januari 2026

JAKARTA - PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) akan menawarkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2026 senilai Rp1,15 triliun, kepada investor pada 9–10 Februari 2026.
Penjatahan dan distribusi obligasi secara elektronik dijadwalkan pada 11 dan 13 Februari 2026, sementara pencatatan Obligasi ENRG di Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan pada 18 Februari 2026.
Berdasarkan data keterbukaan informasi, penerbitan obligasi ini adalah bagian dari Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan I, dengan total dana yang dihimpun Rp4 triliun.
Pada penerbitan obligasi tahap kedua kali ini, ENRG menawarkan obligasi dalam 2 seri dengan rincian:
Seri A dengan jumlah pokok Rp280,400 miliar, bunga tetap 7,50% per tahun, dan jangka waktu tiga tahun.
Seri B senilai Rp869,800 miliar, tenor lima tahun, dengan bunga tetap 8,60% per tahun.
Pembayaran bunga obligasi akan dilakukan setiap tiga bulan, dengan pembayaran bunga pertama pada 13 Mei 2026. Pembayaran bunga terakhir sekaligus jatuh tempo obligasi dijadwalkan pada 13 Februari 2029 untuk Seri A dan 13 Februari 2031 untuk Seri B.
Berikut rencana penggunaan dana hasil penerbitan obligasi ENRG:
73,69% digunakan Perseroan untuk pinjaman kepada ITA, salah satu anak perusahaan, yang selanjutnya dipakai untuk membayar seluruh pokok utang beserta bunga kepada Bank Mandiri.
11,11% juga akan disalurkan untuk anak usaha ENRG yaitu EMA, yang akan membayar utang ke Bank Mandiri.
Sisanya digunakan ENRG dan/atau entitas anak, untuk kebutuhan modal kerja.
Dalam penerbitan efek utang ini, ENRG menunjuk PT Mandiri Sekuritas, PT Sucor Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) sebagai penjamin pelaksana emisi, sementara Bank Rakyat Indonesia (BBRI) bertindak sebagai wali amanat obligasi.
Pada perdagangan saham sesi II hari ini, harga saham ENRG naik 4,13% ke level Rp1.260 per lembar hingga pukul 14.57 WIB. Namun, jika dilihat selama lima hari terakhir, saham ENRG merosot 20,50% dan dalam sebulan terjun hingga 21,25%. (DK/KR)